Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Lupa Tata Cara Salat Idulfitri, Begini Panduan Menurut MUI

Lupa Tata Cara Salat Idulfitri, Begini Panduan Menurut MUI

Nasional Adi P20 Maret 2026 / 20:35 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto udara umat Islam menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di lapangan Kompi Bantuan, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (20/3/2026). (Foto: Tutur/ Antara Adiwinata Solihin/foc)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Usai sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Islam pada Sabtu, 21 Maret 2026 esok akan menyambut hari kemenangan, yaitu Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Pada tanggal 1 Syawal, umat muslimin sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat Id secara berjamaah sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Salat ini termasuk ibadah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Karena salat Idulfitri hanya dilakukan sekali setahun, bisa jadi Anda sudah lupa doanya. Silakan simak panduan yang kita kutip dari laman mui.or.id.

Syekh Abu Syuja’ al-Asfihani (wafat 593 H) dalam kitabnya menjelaskan tata cara dasar pelaksanaan salat Id sebagai berikut:

وَصَلَاةُ الْعِيدَيْنِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ، وَهِيَ رَكْعَتَانِ، يُكَبِّرُ فِي الْأُولَى سَبْعًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ، وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْقِيَامِ، وَيَخْطُبُ بَعْدَهَا خُطْبَتَيْنِ، يُكَبِّرُ فِي الْأُولَى تِسْعًا، وَفِي الثَّانِيَةِ سَبْعًا

“Salat dua hari raya (Idulfitri dan Iduladha) hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Salat ini terdiri dari dua rakaat. Pada rakaat pertama, dilakukan tujuh kali takbir selain takbiratul ihram, dan pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir selain takbir bangkit berdiri. Setelah itu, disampaikan dua khotbah. Pada khotbah pertama dibuka dengan sembilan kali takbir, dan pada khotbah kedua dengan tujuh kali takbir.” (Matan al-Ghayah wa at-Taqrib [Beirut: Alam al-Kutub], vol. 1, h. 12)

Adapun waktu pelaksanaan salat Id dimulai sejak matahari terbit setinggi satu tombak, yaitu sekitar 15–20 menit setelah terbitnya matahari (sekitar pukul 06.00–07.00 waktu setempat), hingga masuk waktu Zuhur. Di Indonesia, umumnya salat Id dilaksanakan antara pukul 06.15 hingga 06.30 WIB.

Pada dasarnya, tata cara salat Id mirip dengan salat biasa namun memiliki kekhususan berupa tambahan takbir pada setiap awal rakaat.

Agar pelaksanaannya lebih mudah dipahami, berikut urutan tata cara shalat Idulfitri secara lengkap:

  1. Niat

Salah satu rukun dalam shalat adalah niat. Oleh karena itu, ketika hendak melaksanakan salat Id, seseorang perlu menghadirkan niat di dalam hati. Adapun melafazkannya dengan lisan hanya bertujuan untuk membantu memantapkan niat tersebut.

Berikut ini lafaz niat salat Id pada Idulfitri, baik sebagai imam maupun makmum:

Niat sebagai imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini imāman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idulfitri dua rakaat seraya menjadi imam karena Allah Ta’ala.”

Niat sebagai makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini ma’mūman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi makmum karena Allah Ta’ala.”

  1. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilakukan dengan mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan. Pada saat yang sama, niat dihadirkan dalam hati sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Jadi, langkah pertama (niat) dan kedua (takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan) dilaksanakan secara bersamaan.

  1. Membaca Doa Iftitah

Setelah melaksanakan takbiratul ihram, tahap selanjutnya adalah membaca doa iftitah sebagaimana dalam shalat biasa, yang mana hukumnya adalah sunnah.

Berikut lafaz doa Iftitah:

إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Inni wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn. Lā syarīka lah, wa bidhālika umirtu wa anā minal-muslimīn.

Artinya: “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim.”

  1. Takbir Tujuh Kali pada Rakaat Pertama
Baca Juga  Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Harga Solar Turun

Usai takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, langkah berikutnya adalah mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali sambil mengangkat tangan.

Setiap selesai satu takbir, dianjurkan membaca zikir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa lafaz zikir yang dibaca adalah sebagaimana berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

Selain doa tersebut, Imam as-Shaidilani menukil dari sebagian ulama bahwa doa yang dibaca adalah berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu biyadihil khair wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Sementara itu, Imam Ibn ash-Shabbagh menyatakan bahwa apabila seseorang membaca bacaan yang lazim diamalkan oleh masyarakat, maka hal tersebut juga baik. Adapun bacaan yang dimaksud adalah:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلَّمَ كَثِيرًا

Allāhu akbar kabīrā, walḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā, wa shallallāhu ‘alā Muḥammad wa ālihi wa sallama katsīrā.

Artinya: “Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah, Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam yang banyak kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya menjelaskan bahwa berbagai bacaan doa setiap selesai takbir tersebut diperbolehkan dan semuanya baik untuk diamalkan:

قَالَ الْأَكْثَرُونَ: يَقُولُ: (سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ) وَلَوْ زَادَ، جَازَ. قَالَ الصَّيْدَلَانِيُّ عَنْ بَعْضِ الْأَصْحَابِ: يَقُولُ: (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ) . وَقَالَ ابْنُ الصَّبَّاغِ: لَوْ قَالَ مَا اعْتَادَهُ النَّاسُ: (اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلَّمَ كَثِيرًا) كَانَ حَسَنًا

“Mayoritas ulama mengatakan bahwa bacaan yang dibaca adalah: Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar. Dan jika ditambah, maka hal itu diperbolehkan. as-Shaidilani menukil dari sebagian ulama bahwa dibaca: Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu biyadihil khair wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Ibn ash-Shabbagh berkata: jika seseorang membaca sebagaimana yang biasa dibaca oleh Masyarakat yakni: Allāhu akbar kabīrā, walḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā, wa shallallāhu ‘alā Muḥammad wa ālihi wa sallama katsīrā, maka hal itu baik.” (Raudhah at-Thalibin wa Umdah al-Muftiyin [Beirut: al-Maktab al-Islami], vol. 2, h. 71)

  1. Membaca Surat Al-Fatihah
Baca Juga  Penumpang Selamat Ungkap Kronologi Tabrakan KRL vs Argo Bromo

Membaca surat Al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat. Sehingga, dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri, surat Al-Fatihah wajib dibaca.

  1. Membaca Surat Pendek

Setelah membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek. Menurut Imam as-Shan’ani (wafat 1182 H), berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, surat yang dianjurkan dibaca pada rakaat pertama adalah surat Al-A’la, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ghasyiah.

Menurut beliau, kedua surat tersebut memuat peringatan tentang kehidupan akhirat, janji, dan ancaman, sehingga sesuai dibaca pada shalat yang dihadiri banyak orang. Namun, terdapat pula riwayat lain yang menyebutkan anjuran membaca surat Qaf pada rakaat pertama dan Al-Qamar pada rakaat kedua:

وَلَهُ أَيْ لِمُسْلِمٍ (عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ يَقْرَأُ) أَيْ رَسُولُ اللَّهِ  صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  (فِي الْعِيدَيْنِ) الْفِطْرِ، وَالْأَضْحَى أَيْ فِي صَلَاتِهِمَا (وَفِي الْجُمُعَةِ) أَيْ فِي صَلَاتِهَا بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّك الْأَعْلَى أَيْ: فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى بَعْدَ الْفَاتِحَةِ (وَهَلْ أَتَاك حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) أَيْ فِي الثَّانِيَةِ بَعْدَهَا… وَفِي سُورَةِ سَبِّحْ، وَالْغَاشِيَةِ مِنْ التَّذْكِيرِ بِأَحْوَالِ الْآخِرَةِ، وَالْوَعْدِ، وَالْوَعِيدِ مَا يُنَاسِبُ قِرَاءَتَهُمَا فِي تِلْكَ الصَّلَاةِ الْجَامِعَةِ، وَقَدْ وَرَدَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ بِقَافٍ وَاقْتَرَبَتْ

“Dan dalam riwayat Muslim, dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) yakni dalam shalat keduanya, dan juga pada shalat Jumat: Sabbihisma rabbikal a’lā, yaitu pada rakaat pertama setelah bacaan al-Fatihah, dan Hal atāka ḥadītsul ghāsyiyah, yaitu pada rakaat kedua setelahnya. Dalam kedua surah tersebut terdapat peringatan tentang keadaan akhirat, janji dan ancaman, yang sesuai dibaca pada shalat yang mengumpulkan banyak orang seperti itu. Dan juga diriwayatkan bahwa pada shalat dua hari raya, Nabi SAW pernah membaca surah Qaf dan Iqtarabat (as-Sā’ah).” (Subul as-Salam Syarh Bulugh al-Maram [Kairo: Dar al-Hadis], vol. 2, h. 407)

  1. Rukuk dan Sujud

Setelah membaca surat tersebut, shalat dilanjutkan seperti biasa, yaitu dengan rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.

  1. Takbir Lima Kali pada Rakaat Kedua

Usai sujud kedua, kemudian berdiri dan mengucapkan takbir sebanyak lima kali. Di sela-sela setiap takbir, dianjurkan membaca doa sebagaimana dijelaskan pada langkah keempat.

  1. Menyempurnakan Salat

Sesudah takbir lima kali pada rakaat kedua, selanjutnya shalat dilanjutkan seperti biasa, mulai dari membaca surat Al-Fatihah hingga diakhiri dengan salam.

  1. Mendengarkan Khotbah

Selepas menyelesaikan rangkaian salat tersebut, jamaah dianjurkan untuk tidak langsung pulang, melainkan tetap duduk dan menyimak dengan khidmat khutbah Idul Fitri. Khotbah ini biasanya terdiri dari dua bagian dan berisi nasihat serta wasiat ketakwaan.

Demikianlah panduan lengkap yang bisa dijadikan rujukan dalam melaksanakan salat Id.

Pada dasarnya shalat Idulfitri merupakan salah satu syiar Islam yang penuh makna. Selain menjadi bentuk ibadah, shalat ini juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas keberhasilan menjalani puasa di bulan suci Ramadan.

Dengan memahami tata cara, niat, serta bacaan yang dianjurkan, diharapkan setiap muslim dapat melaksanakan shalat Idulfitri dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat, sehingga memperoleh keberkahan di hari kemenangan. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.

headline Idulfitri 1447 H lebaran 2026 Mudik Panduan Salat Salat id
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLebaran di China: Tradisi Muslim Hui dan Kuliner Khas di Guyuan, Ada Apa Aja?
Next Article Diskon Tarif Ferry Masih Tersedia, ASDP Ajak Masyarakat Segera Pesan Tiket

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Rupiah Melemah ke Level Terendah, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Gusti Tetiro14 Januari 2026 / 11:14 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.