Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Lonjakan Kasus Campak di Tulungagung, DPRD Jatim Dorong Percepatan Imunisasi MR Secara Masif

Lonjakan Kasus Campak di Tulungagung, DPRD Jatim Dorong Percepatan Imunisasi MR Secara Masif

Daerah Sasha Widiawati15 Maret 2026 / 03:50 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Dr Puguh Wiji Pamungkas
Dr Puguh Wiji Pamungkas
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tulungagung (tutur.co.id) – Lonjakan kasus suspek campak di Kabupaten Tulungagung menjadi perhatian serius berbagai pihak. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr Puguh Wiji Pamungkas, mendorong pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) secara masif guna menekan potensi penyebaran penyakit tersebut.

Menurut Puguh, program imunisasi harus dilakukan dengan pendekatan jemput bola melalui berbagai fasilitas yang telah tersedia di masyarakat. Upaya ini dinilai penting agar cakupan vaksinasi anak dapat meningkat secara signifikan.

Ia menilai fasilitas kesehatan seperti sekolah, posyandu, hingga puskesmas dapat dimaksimalkan untuk memperluas akses imunisasi bagi masyarakat.

Kasus Suspek Campak Meningkat

Peningkatan kasus campak di Tulungagung terlihat dari data Dinas Kesehatan setempat. Dalam periode Januari hingga Februari 2026 tercatat 38 kasus suspek campak di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan, menyebutkan angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada awal 2025 tercatat hanya 12 kasus suspek campak, sedangkan pada awal 2026 jumlahnya meningkat menjadi 38 kasus. Lonjakan ini menjadi indikator adanya potensi penyebaran penyakit yang perlu diantisipasi sejak dini.

Puguh menilai tren peningkatan kasus tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Ia juga mengingatkan bahwa beberapa daerah di Jawa Timur sebelumnya pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak.

Pentingnya Koordinasi dan Pemetaan Wilayah

Untuk mengendalikan penyebaran penyakit, Puguh menekankan pentingnya koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan dinas kesehatan di seluruh kabupaten dan kota.

Menurutnya, langkah strategis yang perlu segera dilakukan adalah melakukan pemetaan wilayah berdasarkan tingkat risiko penyebaran campak. Wilayah dapat diklasifikasikan dalam kategori zona merah, kuning, maupun hijau.

Baca Juga  Video: Sebut Campak Lebih Menular dari Covid-19, Menkes Ingatkan Imunisasi Jadi Kunci

Pemetaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui daerah dengan potensi penularan tinggi, sedang, atau rendah. Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah tingkat cakupan imunisasi di masing-masing wilayah.

Dengan data tersebut, pemerintah dapat menentukan prioritas intervensi kesehatan secara lebih tepat sasaran.

Penguatan Surveilans dan Deteksi Dini

Selain mempercepat imunisasi, Puguh juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan penyakit atau surveilans di fasilitas kesehatan.

Rumah sakit, puskesmas, hingga klinik diminta aktif memantau gejala awal campak seperti demam, ruam pada kulit, batuk pilek, serta mata merah.

Ia menilai Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur perlu mengeluarkan kebijakan atau surat edaran agar seluruh fasilitas kesehatan melakukan pemantauan secara sistematis.

Dengan sistem surveilans yang kuat, pemerintah daerah akan memiliki basis data yang lebih akurat untuk melakukan respons cepat ketika ditemukan kasus baru.

Edukasi Masyarakat Jadi Kunci

Upaya pencegahan campak juga harus disertai dengan edukasi kepada masyarakat, terutama kepada para orang tua agar tidak menunda pemberian imunisasi kepada anak.

Menurut Puguh, edukasi dapat dilakukan melalui berbagai unsur di tingkat desa, termasuk kader kesehatan, puskesmas pembantu, organisasi masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat.

Pendekatan berbasis komunitas tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi dalam mencegah penyakit menular.

Waspada Risiko Penularan Saat Mudik

Puguh juga mengingatkan bahwa menjelang periode mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat signifikan. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat penularan penyakit menular, termasuk campak.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi kesehatan serta memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi lengkap.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dinas kesehatan dapat segera mengambil langkah strategis dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar penyebaran campak dapat dikendalikan lebih cepat.

Baca Juga  Jakarta Waspada Campak di Momen Lebaran

Dengan percepatan imunisasi, penguatan surveilans, serta edukasi masyarakat yang berkelanjutan, risiko peningkatan kasus campak di Jawa Timur diharapkan dapat ditekan. (sas)

campak Tulungagung
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePolres Ponorogo Siagakan 6 Pos Mudik Lebaran 2026, Jalur Rawan Longsor Jadi Perhatian Utama
Next Article Manchester United Pertimbangkan Rekrut Ederson dari Atalanta, Harga Transfer Turun Drastis

Berita Lainnya

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

03 Juli 2026 / 10:23 WIB

KKB Bakar Pesawat di Yahokimo, Pilot Dikabarkan Tewas di Lokasi

02 Juli 2026 / 17:06 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kasus Bupati Kuansing, KPK Berpeluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni

Ahmad Nuryaman02 Juli 2026 / 09:35 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.