Bandung Barat (Tutur.co.id) – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan memperluas cakupan area operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Minggu (1/2/2026), terdapat 10 korban yang belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyebutkan jumlah korban terdampak mencapai 158 jiwa. Rinciannya, 78 orang selamat, 70 korban telah dievakuasi dalam kantong jenazah, serta 10 lainnya diduga masih tertimbun material longsoran.
Saat ini operasi SAR difokuskan pada optimalisasi pencarian korban di sektor prioritas dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan pengendalian risiko longsor susulan. Selain itu, dengan bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian juga diperluas.
Ade Dian Permana menjelaskan sebelum pelaksanaan pencarian, tim telah melakukan asesmen kondisi longsoran menggunakan drone UAV. Langkah ini untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, dan menetapkan jalur evakuasi darurat.
“Apabila area dinyatakan aman berdasarkan asesmen safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk melakukan penelusuran titik-titik potensial keberadaan korban pada tiga sektor pencarian,” kata Ade Dian Permana di Bandung.
Lebih jauh Ade Dian mengatakan pihaknya fokus pada tiga sektor operasi, yakni Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie, menggunakan metode pencarian manual, teknikal, serta dukungan alat berat secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan.
Pada operasi SAR gabungan mengerahkan 18 unit alat berat yang terdiri atas berbagai tipe alat berat, mulai dari PC 75 hingga PC 300, guna mendukung proses pencarian dan evakuasi korban. Operasi SAR juga melibatkan 3.713 personel dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemda, BPBD, kementerian dan lembaga terkait, serta relawan.

