Jakarta (tutur.co.id) – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, dengan menilai bahwa Iran telah melakukan persiapan pertahanan yang panjang selama puluhan tahun. Dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis di Hambalang, Prabowo menyebut Iran telah berada di bawah sanksi dan embargo selama sekitar 47 tahun, namun tetap mampu membangun kapasitas militer yang signifikan untuk menghadapi kemungkinan konflik.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa perang merupakan hal yang destruktif dan harus dihindari. Ia menilai negara tetap perlu memiliki kesiapan pertahanan agar tidak mudah terancam oleh kekuatan lain. Menurutnya, pengalaman Iran menunjukkan bahwa negara yang menghadapi tekanan internasional tetap berupaya memperkuat kemampuan militernya sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi konflik jangka panjang.
