Bandung Barat (Tutur.co.id) – Kegiatan pencarian dan evakuasi korban longsor di Kabupaten Bandung Barat terus dilaksanakan. Pada hari ke-10, Senin 2/02/2026, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 7 bodypack sehingga total sebanyak 83 kantong jenazah telah ditemukan dan dievakuasi. Pencarian korban longsor ini akan tetap berlanjut sampai masa tanggap darurat bencana berakhir.
Berdasarkan evaluasi lapangan dan analisis dinamika medan, pencarian hari ini dilakukan secara optimal di seluruh worksite. Dari 7 bodypack yang ditemukan Tim SAR hari ini dengan rincian 1 bodypack ditemukan di Worksite A2, 1 bodypack di Worksite A3 dan 5 bodypack di Worksite B2. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pencarian yang diterapkan masih efektif, dan seluruh worksite memberikan hasil positif.
Terkait proses identifikasi korban, berdasarkan data DVI hingga Senini 2 Februari 2026 pukul 16.20 WIB, telah dilakukan identifikasi terhadap 63 bodypack, dengan rincian 61 korban telah teridentifikasi dan 20 bodypack masih dalam proses identifikasi lanjutan.
“Dari 61 korban yang teridentifikasi sebanyak 45 korban sesuai dengan daftar Dalam Pencarian (DP); 2 korban teridentifikasi, namun tidak tercantum dalam data awal korban dalam pencarian (diduga merupakan tamu pada saat kejadian); 14 korban lainnya teridentifikasi, namun namanya tidak termasuk dalam 80 daftar nama DP,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana dalam keterangan tertulisnya.
Dengan demikian, hingga saat ini, masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya, dengan kategori 20 korban dalam bentuk bodypack yang telah ditemukan namun belum teridentifikasi
Sehubungan dengan kondisi tersebut, SMC telah berkonsolidasi dengan Incident Commander dan perwakilan DVI. Dan atas direktif penuh Ka. BASARNAS selaku SAR Coordinator (SC), maka disepakati bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan hingga masa Tanggap Darurat (TD) selesai. Namun daftar DP tidak lagi menjadi target absolut, melainkan digunakan sebagai data pembanding dalam evaluasi operasi.
“Kami juga menyampaikan bahwa semangat, solidaritas, dan disiplin Tim SAR Gabungan tetap terjaga dengan baik. Seluruh unsur yang terlibat-Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, relawan, dan pendukung lainnya-bekerja secara sinergis, profesional, dan penuh dedikasi dalam misi kemanusiaan ini,” kata Ade Dian Permana.
Masih menurut Ade Dian Permana, ke depan, operasi ini akan terus dilakukan dengan evaluasi harian, penyesuaian rencana operasi secara dinamis, serta tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar, serta seluruh korban segera ditemukan,” pungkasnya.

