Jakarta (tutur.co.id) – Nama Asep Yusuf Somantri (AYS) mendadak populer setelah tiga petinggi Badan Gizi Nasional diciduk Kajagung karena dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Asep masuk dalam daftar tersangka setelah terendus sebagai kaki tangan Sony.
Asep sendiri merupakan pihak swasta yang terlibat dalam pengadaan dan pencarian mitra pelaksana program MBG. Sederhananya, ia menjadi penghubung bagi mitra dengan Sony yang pada ujungnya akan terjadi kongkalikong yang menguntungkan mantan wakil kepala BGN tersebut.
Detailnya, menurut penyidik Kejaksaan Agung, diduga sosok Asep telah memperoleh akses yang memungkinkan dirinya mengetahui lokasi atau titik dapur/Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih kosong dan dapat diisi oleh mitra tertentu.
“Masih ditelusuri (besaran setoran per titik SPPG),” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, Senin kemarin 15 Juni 2026.
Sosok Asep Yusuf Somantri Punya 500 Dapur MBG
Elza Syarief, eks kuasa hukum Sony Sonjaya, juga membeberkan peran sosok Asep Yusuf Somantri dalam pusaran skandal memalukan ini. Menurut Elza, sosok Asep adalah orang kepercayaan Sony. Informasi ini diperoleh Elza dari beberapa orang termasuk Asep sendiri.
““Sebelumnya (Sony) bersumpah bersih tapi info beberapa orang terutama Asep dia menerima uang dari Asep secara rutin. Bagaimana mau jadi justice collaborator?” ujar lawyer yang baru saja menyatakan mundur sebagai kuasa hukum Sony tersebut.
Lebih lanjut Elza Syarief mengatakan, sejak ia tahu Sony mendapat setoran dari Asep ditambah dengan pernyataannya di publik dan keterangan jaksa, ia semakin mantap untuk mundur dari tim kuasa hukumnya.
“Ya BGN banyak yang tidak benar. Asep katanya punya 500 unit dapur MBG,” kata Elza kepada tutur, Selasa 16 Juni 2026.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kejagung saat ini telah menetapkan total lima orang tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.
Lima tersangka itu yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri (AYS), dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono.

