Teheran (Tutur.co.id) – Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat setelah Iran melaporkan adanya serangan di sekitar fasilitas nuklir strategisnya. Dalam laporan yang disampaikan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), disebutkan bahwa proyektil menghantam area dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr pada Sabtu pagi.
Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran menyatakan bahwa fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan itu dilaporkan menyebabkan satu pekerja tewas, sementara seorang petugas keamanan lainnya meninggal akibat pecahan proyektil.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, IAEA menyebut insiden ini sebagai yang keempat dalam beberapa pekan terakhir yang terjadi di sekitar fasilitas nuklir Iran. Selain korban jiwa, sebuah bangunan di area tersebut juga dilaporkan terdampak gelombang kejut dari ledakan.
Meski demikian, IAEA menegaskan bahwa tidak terdeteksi adanya peningkatan tingkat radiasi pasca insiden tersebut, sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan lingkungan.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa fasilitas nuklir, termasuk area di sekitarnya, tidak boleh menjadi target serangan dalam kondisi apa pun.
Grossi juga menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal guna mencegah potensi kecelakaan nuklir yang dapat berdampak luas.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang muncul ketika konflik bersenjata terjadi di sekitar infrastruktur sensitif, sekaligus memperkuat seruan internasional agar keselamatan fasilitas nuklir tetap dijaga di tengah eskalasi yang terus berlangsung.

