Doha (tutur.co.id) – Ketegangan di kawasan Teluk terus memanas setelah Kementerian Pertahanan Qatar mengumumkan keberhasilan menembak jatuh dua pesawat tempur Sukhoi-24 milik Republik Islam Iran pada Senin, 2 Maret 2026. Dalam pernyataan resminya, melalui akun instagram @qatar.mod, Doha menyebut serangan udara dan rudal yang mengarah ke wilayahnya berhasil digagalkan sebelum mencapai target.
Menurut otoritas pertahanan Qatar, sistem pertahanan udara negara itu mencegat tujuh rudal balistik yang diarahkan ke sejumlah titik di dalam wilayah Qatar. Selain itu, lima unit drone juga ditembak jatuh dengan keterlibatan Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amiri Qatar. Pemerintah Qatar menyatakan ancaman langsung berhasil dinetralisasi sesuai rencana operasional yang telah disiapkan sebelumnya.
Dalam keterangan tersebut ditegaskan bahwa seluruh rudal dihancurkan di udara dan tidak sempat mencapai sasaran. Pihak Qatar menyebut respons cepat dilakukan segera setelah ancaman terdeteksi, menandakan kesiapsiagaan sistem pertahanan udara di tengah meningkatnya eskalasi kawasan.

Di saat yang sama, perkembangan mengejutkan datang dari Kuwait. Meengutip Angkatan Darat Amerika Serikat, sejumlah media internasional memberitakan bahwa pertahanan udara Kuwait secara keliru menembak jatuh tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat dalam sebuah misi tempur pada hari yang sama. Insiden itu terjadi bersamaan dengan serangan Republik Islam terhadap wilayah Kuwait.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai korban maupun dampak material dari insiden di Kuwait tersebut. Namun peristiwa ini memperlihatkan tingginya risiko salah identifikasi dalam situasi konflik yang bergerak cepat, terutama ketika beberapa negara terlibat dalam operasi militer simultan.
Eskalasi ini menambah panjang daftar ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk yang bersekutu dengan Amerika Serikat, sekaligus membuka kemungkinan babak baru konflik udara di kawasan Timur Tengah yang semakin sulit diprediksi

