Jakarta (Tutur.co.id) – Nama Muhammad Kerry Adrianto Riza menjadi sorotan publik setelah terseret dalam sebuah kasus korupsi di Pertamina. Dari 9 tersangka, anak dari buronan kelas kakap Riza Chalid ini mendapat tuntutan paling berat dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Kerry Adrianto dituntut pidana penjara 18 tahun. Ia juga didenda Rp1 miliar dan uang pengganti total sebesar Rp13,4 triliun, yang terdiri dari kerugian sewa terminal sebesar Rp2,9 triliun dan kerugian perekonomian negara sebesar Rp10,5 triliun. Tuntutan berat ini terkait kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Subholding dan KKKS periode 2018-2023.
Usai pembacaan tuntutan tersebut, pemilik nama lengkap Muhammad Kerry Adrianto Riza ini buka suara. Ia menyatakan tak terlibat dalam kasus tersebut dan meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto.
“Semua saksi yang dihadirkan itu sudah bilang saya tidak terlibat dalam perkara ini. Saya mohon keadilan, saya berharap sekali dalam situasi ini bapak presiden Prabowo bisa melihat kasus saya secara jernih dan objektif, beliau adalah negarawan yang hebat dan bijaksana yang saya yakin tidak ingin ada kriminalisasi di negeri ini,” kata Kerry usai persidangan.
Profil dan Biodata Muhammad Kerry Adrianto
Muhammad Kerry Adrianto yang tercatat kelahiran 15 September 1986 ini merupakan putra dari pengusaha migas ternama, Riza Chalid, dan Roestriana Adrianti. Sejak muda, Kerry sudah akrab dengan dunia bisnis. Tumbuh di lingkungan keluarga yang kuat di industri minyak dan gas, jalannya ke dunia usaha seolah sudah terbuka lebar. Tak heran jika namanya kemudian muncul di berbagai lini bisnis, terutama yang berkaitan dengan sektor energi.
Pada tahun 1998, Kerry sempat pindah ke Singapura bersama keluarganya. Soal pendidikan, rekam jejaknya juga tak main-main. Ia pernah menempuh pendidikan di United World College of South East Asia sebelum melanjutkan studi ke Imperial College London, Inggris. Pada 2008, ia berhasil meraih gelar BSc Applied Business Management.
Tak cuma profil Kerry yang menarik perhatian, sosok sang istri juga ikut jadi bahan pembicaraan. Ia adalah Atya Irdita Sardadi, figur yang sudah cukup dikenal di dunia fashion Tanah Air. Atya menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) di brand fashion ARTKEA. Brand ini bukan pemain baru—berdiri sejak 1985, ARTKEA awalnya dikenal lewat aksesori rambut sebelum berkembang menjadi label fashion yang produknya kerap dipakai para publik figur.
Menariknya lagi, ARTKEA didirikan oleh sang ibu, Tina Sardadi. Jadi, darah bisnis memang mengalir deras di keluarga ini. Sebelum fokus di dunia bisnis, Atya juga pernah mencuri perhatian sebagai finalis Gadis Sampul tahun 2002. Kini, ia memegang peran penting dalam pengembangan berbagai lini ARTKEA, mulai dari ARTKEA COLOURS, ARTKEA BLOOM, LACE BY ARTKEA, hingga ARTKEA STRIPES.
Perjalanan Karier Muhammad Kerry Adrianto
Di dunia bisnis, nama Kerry tercatat sebagai beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, perusahaan yang terafiliasi dengan bisnis keluarganya. Sebagai beneficial owner, ia memiliki kendali atas perusahaan meski tidak selalu tercantum sebagai pemegang saham langsung.
Ia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi, perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan minyak dan gas lewat jalur laut. Perusahaan ini mengoperasikan kapal tanker, tongkang, hingga kapal tunda untuk mendukung distribusi energi.
Menariknya, kiprah Kerry tak hanya berhenti di sektor energi. Ia juga pernah menjabat sebagai direktur di KidZania Jakarta, perusahaan yang bergerak di bidang rekreasi dan edukasi anak. Langkah ini menunjukkan bahwa portofolio bisnisnya cukup beragam—dari migas hingga hiburan keluarga.

