Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto memenuhi aspirasi masyarakat Aceh yang terdampak bencana agar tetap dapat menjalankan tradisi meugang dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 2026.
Permintaan tersebut sebelumnya disampaikan melalui Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.
Masyarakat berharap tradisi khas Aceh itu dapat dilaksanakan meski berada dalam situasi pascabencana. Pemerintah pun merespons cepat aspirasi tersebut sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
Tradisi meugang merupakan kearifan lokal masyarakat Aceh yang telah berlangsung turun-temurun, biasanya dilakukan menjelang Ramadan maupun Idulfitri. Tradisi ini memiliki nilai sosial yang kuat karena menjadi momen kebersamaan melalui pembagian dan konsumsi daging sapi di tengah masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kemendagri menyalurkan bantuan sebesar Rp72,72 miliar untuk pembelian sapi meugang pada awal Ramadan bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut bertujuan menjaga semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan suci. Jelang Lebaran, pemerintah kembali menyalurkan bantuan serupa untuk mendukung pelaksanaan meugang.
“Sudah selesai ditransfer dana bantuannya ke kabupaten/kota di Provinsi Aceh untuk pembayaran sapi meugang,” ujar Tito Karnavian dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp72,75 miliar, yang diperuntukkan bagi 1.455 desa terdampak di 19 kabupaten/kota. Setiap desa menerima alokasi dana sebesar Rp50 juta yang disalurkan langsung melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dengan mekanisme perbankan melalui Bank Aceh Syariah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tetap menjalankan tradisi meugang serta menjaga nilai kebersamaan di tengah proses pemulihan pascabencana.

