Jakarta (tutur.co.id)- PT Pertamina (Persero) melalui program Rumah BUMN menggelar Webinar Kartini 2026 yang diikuti lebih dari 500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Mengusung tema peningkatan daya saing, inovasi, dan akses pasar, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar lebih tangguh dan mampu naik kelas di tengah dinamika ekonomi global.
VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, mengatakan UMKM saat ini menghadapi tantangan seperti kenaikan biaya produksi yang berdampak pada daya jual. “UMKM saat ini sedang diuji daya tahannya. Ketahanan yang kuat harus diiringi dengan inovasi dan kegigihan agar mampu membuka peluang pasar baru dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.
Webinar ini juga menghadirkan Nilamsari Sahadewa, pendiri Kebab Turki Baba Rafi, yang berbagi pengalaman membangun usaha hingga menembus pasar internasional. Ia menekankan pentingnya fondasi bisnis yang kuat, budaya kerja, serta kesiapan sumber daya dalam menghadapi pertumbuhan usaha.

Pertamina mencatat, melalui 30 Rumah BUMN telah membina 15.884 UMKM. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, dukungan diberikan melalui 1.323 sertifikasi, 267 pelatihan, dan 179 pameran lokal bagi UMKM binaan.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan komitmen perusahaan dalam pemberdayaan UMKM. “Pertamina akan terus mendampingi UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan berdaya saing sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk global,” ujarnya.

