Jakarta (Tutur.co.id) – Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS mendapat sorotan tajam dari Pelapor Khusus PBB, Mary Lawyor. Pengacara yang juga aktif membela korban Hak Asasi Manusia ini meminta pemerintah Indonesia menangani serius kasus ini.
“Saya mendengar kabar yang sangat memprihatinkan bahwa Andrie Yunus, Deputi Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) mendapat serangan air keras dari orang tak dikenal yang mengakibatkan cedera serius di seluruh tubuhnya,” tulis Mary Lawyor lewat akun X.
Profesor Adjung Bidang Bisnis dan Hak Asasi Manusia di Sekolah Bisnis Trinity College Dublin ini juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Saya minta pihak berwenang di Indonesia untuk melakukan investigasi menyeluruh atas serangan mengerikan ini. Impunitas atas kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia tidak dapat diterima @IndonesiaGeneva @Kemenlu_RI,” lanjut tulisan Mary Lawlor.
Diberitakan sebelumnya, Andrie Yunus sepulang mengisi kegiatan rekaman siniar (podcast) yang membahas kritik terhadap isu remiliterisasi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta mendapat serangan air keras saat berkendara motor. Andrie Yunus mengalami cedera serius setelah mengalami luka bakar di wajah dan hampir seluruh badannya.

