Teheran (Tutur.co.id) – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Garda Revolusi Iran mengumumkan setidaknya 200 personel militer Amerika Serikat tewas dan terluka dalam serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Serangan dengan tajuk Operasi Janji Sejati 4 yang digelar Iran ini memang menyasar beberapa pangkalan militer AS seperti di Bahrain, Qatar dan beberapa negara Timur Tengah lainnya. Serangan besar-besaran ini sebagai respon dari gempuran Israel dan AS ke beberapa wilayah Iran termasuk ibu kota Teheran.
Menurut laporan awal yang beredar di media internasional, IRGC menggunakan rudal dan drone untuk menyerang pangkalan militer AS di wilayah Teluk. Target-target yang disebutkan termasuk fasilitas militer di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab, termasuk juga beberapa lokasi yang menjadi pangkalan atau markas angkatan laut Amerika Serikat di wilayah itu.
Namun klaim Iran ini belum mendapat tanggapan dari pihak militer Amerika Serikat. Belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Amerika Serikat atau Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengenai jumlah prajurit AS yang tewas atau terluka sebagai akibat serangan tersebut.
Media awal hanya melaporkan klaim Iran tentang serangan ini-itu terhadap pangkalan AS, tetapi tidak menyebut angka pasti korban dari pihak militer AS yang tewas atau terluka.
Ini bukan hal yang tidak biasa dalam konflik bersenjata: informasi awal dari satu pihak (dalam hal ini Iran) sering belum diverifikasi oleh pihak lain (misalnya AS), dan laporan resmi biasanya membutuhkan waktu hari bahkan minggu sebelum dirilis publik.
Sementara itu, belum ada angka pasti korban militer AS terkait operasi ini yang dapat dipastikan oleh sumber yang kredibel.

