Jakarta (tutur.co.id) – Pagi di Stasiun Gambir selalu punya suasana sendiri menjelang musim Lebaran. Koper-koper ditarik tergesa, anak-anak memeluk bantal kecil, dan para orang tua menggenggam tiket dengan wajah penuh harap. Namun kali ini, perjalanan bukan sekadar tentang pulang. Ia menjadi pengalaman yang ingin dinikmati sejak roda besi mulai bergerak di atas rel.
Melalui anak usahanya, PT Kereta Api Pariwisata kembali menghadirkan inovasi layanan dengan menambah perjalanan Kereta Panoramic rute Jakarta–Yogyakarta hingga Solo pulang pergi. Tambahan layanan edisi Lebaran ini menjadi jawaban atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap perjalanan eksklusif dengan suguhan panorama alam yang memukau.
Di dalam gerbong, sensasi itu terasa nyata. Jendela kaca luas membingkai bentang alam sepanjang perjalanan. Atap dengan fitur automatic sunroof memungkinkan cahaya langit masuk tanpa ragu. Sawah yang menghampar, siluet perbukitan, hingga semburat jingga saat senja seolah menjadi pertunjukan pribadi bagi setiap penumpang.
Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menegaskan arah inovasi ini. “Hadirnya Kereta Panoramic pada rute Jakarta – Yogyakarta hingga Solo merupakan wujud komitmen KAI Wisata untuk terus menghadirkan layanan perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan”. Antusiasme masyarakat, kata dia, menjadi semangat bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan memperluas layanan unggulan KAI Wisata.
Kenyamanan dihadirkan sebagai satu paket utuh. Fasilitas premium seperti luxury lounge, snack, kopi/teh/air mineral, free WiFi, serta layanan dedicated train attendant melengkapi perjalanan. Sentuhan layanan personal itu membuat perjalanan terasa lebih intim—lebih tenang—di tengah riuhnya musim mudik. “Pelayanan yang dihadirkan dengan Service Excellence ini membuat penumpang setia kereta wisata tunggu-tunggu” tambah Raden Agus.
Layanan Kereta Panoramic ini beroperasi mulai 23 Februari hingga 1 April 2026. Untuk relasi Solo, KA Manahan Panoramic melayani Gambir–Solo Balapan berangkat pukul 10.30 tiba 18.18 dan 22.50 tiba 06.31. Arah sebaliknya, Solo Balapan–Gambir berangkat 09.50 tiba 17.31 serta 22.35 tiba 06.33. Sementara itu, KA Tambahan Panoramic melayani Gambir–Yogyakarta berangkat 07.10 tiba 14.42, serta Yogyakarta–Gambir berangkat 18.20 tiba 01.55.

Rute menuju Yogyakarta dan Surakarta—atau Solo—memang selalu memiliki magnet tersendiri. Dua kota budaya ini tak hanya menjadi tujuan mudik, tetapi juga destinasi wisata favorit saat Lebaran. Dari lorong-lorong Malioboro hingga keraton yang menyimpan sejarah panjang, dari pasar tradisional hingga kafe-kafe baru yang ramai anak muda, denyut pariwisata selalu hidup.
“Kami optimistis layanan ini tidak hanya menjadi pilihan transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata itu sendiri” tutup Raden Agus.
Di tengah padatnya arus mudik dan hiruk pikuk perjalanan darat maupun udara, Kereta Panoramic menawarkan jeda. Sebuah ruang di mana perjalanan bukan lagi sekadar perpindahan, melainkan peristiwa yang patut dirayakan—dari balik kaca lebar yang memamerkan wajah Jawa apa adanya.

