Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Duit Liverpool Ditolak! RB Leipzig Pasang Harga Gila untuk Yan Diomande
  • Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang
  • Tangis dan Cedera Kone Warnai Kemenangan Bersejarah Kanada di Piala Dunia 2026
  • IHSG Berpotensi Uji 6.577, MNC Sekuritas Rekomendasikan ASII, ICBP, JPFA dan PANI
  • Hasil MSCI Jadi Katalis, IHSG Bisa Tembus 6.300, BRI Danareksa Jagokan DEWA, MBMA, dan MDKA
  • Swiss Puncaki Grup B Piala Dunia 2026 Usai Libas Bosnia 4-1
  • IHSG Masih Konsolidatif, Phintraco Rekomendasikan RATU dan 4 Saham Lainnya
  • Lokasi Layanan Samsat Keliling 19 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Information Flow Diturunkan Jadi Negatif

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Information Flow Diturunkan Jadi Negatif

Market Gusti Tetiro19 Juni 2026 / 07:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto:Tutur/ANTARA Asprilla Dwi Adha/tom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – MSCI dalam MSCI Global Market Accessibility Review 2026 memutuskan mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market). Namun demikian, lembaga penyedia indeks global tersebut memberikan catatan penting terkait kualitas aksesibilitas dan transparansi pasar modal Indonesia.

Berdasarkan ringkasan yang disampaikan Cuan Lovers Community (CLC), MSCI masih menilai terdapat sejumlah hambatan struktural yang membuat pasar modal Indonesia kurang kompetitif dibandingkan negara-negara emerging market lainnya.

Beberapa isu yang menjadi perhatian MSCI antara lain masih terbatasnya ketersediaan informasi emiten dalam Bahasa Inggris, belum tersedianya pasar valuta asing (offshore foreign exchange market) yang efisien, serta berbagai pembatasan dalam aktivitas perdagangan dan penyelesaian transaksi bagi investor asing.

MSCI juga mencatat bahwa fasilitas overdraft bagi investor asing tidak diperbolehkan sehingga memunculkan kebutuhan prefunding yang dinilai mengurangi fleksibilitas transaksi. Selain itu, transfer saham secara in-kind masih dibatasi pada kondisi tertentu.

Di sisi lain, fasilitas stock lending memang telah tersedia, namun hanya berlaku untuk saham tertentu dengan jangka waktu kontrak maksimal 90 hari. Aktivitas short selling juga diperbolehkan, tetapi masih disertai sejumlah pembatasan.

Yang paling menjadi sorotan dalam laporan tahun ini adalah penurunan penilaian pada aspek information flow dari sebelumnya positif (“+”) menjadi negatif (“-“).

Menurut MSCI, penurunan tersebut dipicu oleh masih terbatasnya transparansi struktur kepemilikan saham, kekhawatiran terhadap indikasi perdagangan yang terkoordinasi (coordinated trading), serta belum meratanya ketersediaan informasi perusahaan dalam Bahasa Inggris bagi investor internasional.

“Ini merupakan salah satu poin yang cukup sensitif karena berkaitan langsung dengan kualitas pasar dan perlindungan investor,” tulis CLC dalam catatannya, Jumat (19/6/2026).

Meski belum menurunkan status Indonesia menjadi frontier market, MSCI mengindikasikan bahwa sejumlah aspek aksesibilitas pasar justru mengalami kemunduran dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga  Simak Saham-Saham Pilihan dari Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, dan MNC Sekuritas Lengkap dengan Target Harga

CLC menilai fokus utama MSCI saat ini tidak hanya pada likuiditas pasar, tetapi juga mencakup transparansi, kualitas informasi, efisiensi sistem penyelesaian transaksi (settlement), serta kemudahan investor asing dalam bertransaksi di pasar domestik.

Menurut CLC, jika berbagai persoalan tersebut tidak segera diperbaiki, Indonesia berpotensi tetap berada dalam pengawasan MSCI pada evaluasi berikutnya.

“Kabar baiknya Indonesia belum diturunkan ke Frontier Market. Namun yang perlu diperhatikan adalah MSCI menilai kualitas informasi dan transparansi pasar Indonesia memburuk. Ini bisa menjadi catatan penting dalam evaluasi status pasar Indonesia berikutnya,” tulis CLC.

Investor pun disarankan untuk terus mencermati perkembangan status freeze MSCI, upaya regulator dalam meningkatkan transparansi pasar, perluasan keterbukaan informasi emiten dalam Bahasa Inggris, serta reformasi sistem settlement dan pasar valuta asing.

CLC menyimpulkan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini bukan terletak pada ukuran ekonomi maupun jumlah emiten yang tercatat di bursa, melainkan pada aspek market accessibility dan investor confidence.

emerging market headline investor asing MSCI pasar modal indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTersangka Baru dalam Pusaran Skandal Korupsi MBG
Next Article Lokasi Layanan SIM Keliling 19 Juni 2026

Berita Lainnya

Tangis dan Cedera Kone Warnai Kemenangan Bersejarah Kanada di Piala Dunia 2026

19 Juni 2026 / 08:45 WIB

IHSG Berpotensi Uji 6.577, MNC Sekuritas Rekomendasikan ASII, ICBP, JPFA dan PANI

19 Juni 2026 / 08:38 WIB

Hasil MSCI Jadi Katalis, IHSG Bisa Tembus 6.300, BRI Danareksa Jagokan DEWA, MBMA, dan MDKA

19 Juni 2026 / 08:08 WIB

IHSG Masih Konsolidatif, Phintraco Rekomendasikan RATU dan 4 Saham Lainnya

19 Juni 2026 / 07:38 WIB

Tersangka Baru dalam Pusaran Skandal Korupsi MBG

18 Juni 2026 / 22:52 WIB

Kabar Gembira Menkeu Purbaya dari Lawatan ke China

18 Juni 2026 / 22:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

PGN Perkuat Ketahanan Bisnis dan Siapkan Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

Galuh Parantri06 Juni 2026 / 16:05 WIB

Duit Liverpool Ditolak! RB Leipzig Pasang Harga Gila untuk Yan Diomande

19 Juni 2026 / 09:48 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Tangis dan Cedera Kone Warnai Kemenangan Bersejarah Kanada di Piala Dunia 2026

19 Juni 2026 / 08:45 WIB

IHSG Berpotensi Uji 6.577, MNC Sekuritas Rekomendasikan ASII, ICBP, JPFA dan PANI

19 Juni 2026 / 08:38 WIB

Hasil MSCI Jadi Katalis, IHSG Bisa Tembus 6.300, BRI Danareksa Jagokan DEWA, MBMA, dan MDKA

19 Juni 2026 / 08:08 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.