London (Tutur.co.id) – CEO McLaren Zak Brown membuka peluang merekrut pembalap Red Bull Racing Max Verstappen di masa mendatang, meski saat ini ia mengaku masih puas dengan susunan pembalap utama timnya. Pernyataan itu muncul setelah McLaren berhasil mendatangkan mantan kepala balap Red Bull, Gianpiero Lambiase.
Brown mengatakan Verstappen merupakan salah satu pembalap terbaik di Formula 1 saat ini dan selalu menjadi kandidat kuat juara dunia dalam setiap musim. Namun, ia menegaskan McLaren belum memiliki rencana mendatangkan pembalap baru dalam waktu dekat.
“Tapi saat ini saya senang dengan apa yang saya peroleh, saya berharap tidak mencari pembalap baru,” kata Brown seperti dikutip Formula 1, Sabtu (9/5/2026).
Spekulasi mengenai masa depan Verstappen kembali menguat setelah performa Red Bull dinilai mulai tertinggal dari sejumlah rival, termasuk McLaren dan Mercedes. Meski masih terikat kontrak hingga 2028, juara dunia empat kali itu beberapa kali dikabarkan tidak puas dengan perkembangan mobil Red Bull dan arah regulasi baru Formula 1 musim 2026.
Kehadiran Gianpiero Lambiase di McLaren juga disebut dapat menjadi faktor penting apabila tim asal Woking tersebut benar-benar mencoba mendekati Verstappen. Lambiase selama ini dikenal sebagai sosok penting di balik keberhasilan Verstappen meraih empat gelar juara dunia bersama Red Bull.
Meski demikian, Brown menegaskan dirinya masih percaya penuh kepada duet pembalap McLaren saat ini, Lando Norris dan Oscar Piastri. Menurut dia, keduanya masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi kekuatan utama tim dalam beberapa musim ke depan.
“Saya tidak pernah tidak senang dengan apa yang saya punya,” ujar Brown.
Sebelumnya, Brown juga sempat memprediksi Verstappen lebih mungkin bergabung dengan Mercedes apabila memutuskan meninggalkan Red Bull. Namun, ia tetap mengakui Verstappen merupakan talenta besar yang akan menjadi incaran banyak tim apabila tersedia di bursa pembalap.
Di sisi lain, Verstappen belum memberikan kepastian mengenai masa depannya bersama Red Bull. Pembalap asal Belanda itu belakangan beberapa kali mengkritik performa mobil timnya serta perubahan regulasi Formula 1 yang mulai diterapkan pada musim 2026.

