Teheran (Tutur.co.id) – Iran tak hanya menyasar beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di negara Timur Tengah saja. Kabar terbaru, Kapal Induk Nuklir USS Abraham Lincoln juga jadi target serangan.
Iran menepati janji dengan langsung meluncurkan Operasi Janji Setia 4 sebagai jawaban dari operasi militer Israel dan Amerika Serikat. Dan salah satu targetnya tentu Kapal Induk Nuklir USS Abraham Lincoln yang memang tengah disiagakan AS di Laut Arab.
Informasi serangan Iran terhadap kapal induk AS ini dating dari kanal Telegram Military Observer. Namun hingga saat ini pihak Amerika Serikat maupun Iran belum mengkonfirmasi peristiwa ini.
Selain dugaan serangan terhadap kapal induk, sumber yang sama juga menyebutkan bahwa suara ledakan terdengar di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, serta di Amman, ibu kota Yordania. Situasi ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan eskalasi konflik regional yang lebih besar.
Iran selama ini diketahui memiliki program pengembangan rudal balistik dan kerap terlibat ketegangan dengan United States Navy di kawasan Teluk dan sekitarnya. Sementara itu, USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk kelas Nimitz yang digerakkan oleh tenaga nuklir dan sering menjadi simbol proyeksi kekuatan militer Amerika Serikat.
Kabar mengenai ledakan di Riyadh dan Amman juga belum dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah Arab Saudi maupun Yordania belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Pengamat militer menilai, apabila laporan ini terbukti benar, maka dampaknya bisa sangat signifikan terhadap stabilitas kawasan dan hubungan diplomatik antara negara-negara yang terlibat. Serangan langsung terhadap kapal induk AS akan dianggap sebagai eskalasi serius dan berpotensi memicu respons militer yang lebih luas.
Hingga saat ini, publik internasional masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait untuk memastikan validitas informasi tersebut.

