Liverpool (tutur.co.id) – Liverpool mulai mengidentifikasi target potensial untuk bursa transfer Januari 2026, dengan fokus utama pada sektor pertahanan. Bek tengah Brighton & Hove Albion, Jan Paul van Hecke, dilaporkan masuk dalam radar manajemen The Reds sebagai opsi realistis untuk memperkuat lini belakang.
Di bawah arahan pelatih Arne Slot, Liverpool berharap dapat mempertahankan momentum positif hingga memasuki tahun 2026. Selain agenda pertandingan, pembukaan bursa transfer Januari juga menjadi perhatian besar mengingat Liverpool masih tertinggal cukup jauh dari Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris.
Kebutuhan akan tambahan bek tengah dinilai mendesak. Saat ini, Liverpool praktis hanya memiliki Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté sebagai opsi utama di jantung pertahanan. Kondisi tersebut membuat klub harus berhati-hati jika terjadi cedera atau penurunan performa pemain.
Sebelumnya, nama Marc Guéhi kerap disebut sebagai target utama Liverpool. Namun, Crystal Palace dinilai berpotensi enggan melepas sang pemain karena masih memiliki peluang bersaing di kompetisi Eropa. Situasi ini mendorong Liverpool untuk mempertimbangkan alternatif lain.
Menurut laporan Football Insider, Jan Paul van Hecke muncul sebagai kandidat kuat setelah penampilan solidnya bersama Brighton sepanjang musim ini. Bek asal Belanda tersebut dinilai memiliki kemampuan distribusi bola yang menonjol, aspek yang menjadi perhatian Liverpool, terutama di tengah sorotan terhadap performa Konaté dalam membangun serangan dari lini belakang.
Data statistik menunjukkan Van Hecke termasuk salah satu pemain paling aktif dalam sirkulasi bola di Liga Inggris. Ia tercatat sebagai salah satu dari tiga pemain dengan jumlah percobaan umpan terbanyak, serta masuk jajaran teratas dalam jumlah umpan ke sepertiga akhir lapangan. Karakteristik ini dinilai sejalan dengan kebutuhan Liverpool untuk membangun permainan dari belakang.
Meski demikian, Van Hecke juga dinilai masih memiliki kelemahan, terutama saat menghadapi situasi serangan balik cepat. Hal ini menjadi catatan tersendiri mengingat Liverpool kerap mengalami masalah dalam fase transisi bertahan. Faktor tersebut diperkirakan akan menjadi bahan pertimbangan matang sebelum klub mengambil keputusan final.
Di sisi lain, masa depan Ibrahima Konaté juga menjadi perhatian. Setelah kehilangan Trent Alexander-Arnold pada musim panas lalu, Liverpool berupaya menghindari situasi serupa dengan pemain lain. Kontrak Konaté diketahui akan berakhir pada akhir musim 2025–2026, dan hingga kini proses perpanjangan masih belum menemui kejelasan.
Meski Konaté diakui sebagai salah satu bek terbaik Liga Inggris ketika berada dalam performa puncak, konsistensinya musim ini dinilai belum optimal. Namun, keterbatasan stok bek tengah membuat Liverpool diperkirakan enggan melepas pemain asal Prancis tersebut pada Januari, karena langkah tersebut justru berpotensi memaksa klub merekrut lebih dari satu bek dalam waktu singkat.
Dengan kondisi tersebut, perburuan Jan Paul van Hecke mencerminkan upaya Liverpool untuk menjaga kedalaman skuad sekaligus mengantisipasi tantangan jangka pendek dan menengah di lini pertahanan. (sas)

