Teheran (Tutur.co.id)– Hari kelima konflik militer antara Iran kontra Amerika Serikat dan Israel, jumlah korban tewas yang dilaporkan di Iran mencapai 1.045 orang. Angka tersebut diumumkan pada Rabu (4/3/2026) oleh Bonyad Shahid va Omur-e Isargaran, lembaga pemerintah Iran yang menangani urusan keluarga korban perang dan para veteran.
Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menjelaskan bahwa angka korban didasarkan pada jumlah jenazah yang telah menjalani prosesi pemakaman resmi. Namun hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai asal wilayah para korban maupun status mereka, apakah berasal dari kalangan militer atau warga sipil.
Ketiadaan data yang lebih terperinci memunculkan berbagai pertanyaan dari pengamat dan media mengenai skala sebenarnya dampak konflik di berbagai wilayah Iran. Tanpa informasi mengenai distribusi korban di tingkat provinsi atau kota, serta pemisahan antara korban sipil dan militer, sulit untuk menilai secara akurat bagaimana konflik tersebut memengaruhi masyarakat.
Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir antara Iran di satu pihak dan Amerika Serikat serta Israel di pihak lain. Perselisihan mengenai isu keamanan regional, program nuklir Iran, serta dinamika konflik di Timur Tengah menjadi latar belakang yang memperburuk hubungan ketiga negara tersebut.
Selama ini, laporan mengenai korban di Iran umumnya disampaikan melalui Bonyad Shahid, lembaga yang secara tradisional mencatat dan mengurus keluarga korban perang. Karena pencatatan mereka didasarkan pada jenazah yang telah dimakamkan secara resmi, angka yang diumumkan sering kali belum mencerminkan keseluruhan korban secara real time.
Sejumlah media dan pengamat juga menyoroti bahwa hingga kini pemerintah Iran belum merilis statistik yang lebih rinci, seperti jumlah korban berdasarkan wilayah, perbandingan antara korban sipil dan militer, serta data mengenai korban luka atau orang yang masih dinyatakan hilang. Akibatnya, angka 1.045 korban tewas yang diumumkan saat ini dipandang sebagai perkiraan minimum dan masih berpotensi bertambah seiring masuknya laporan dari berbagai daerah di Iran.

