Jakarta (tutur.co.id) – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang orang desa enggak pakai dolar memicu kontroversi. Hal itu dianggap meremehkan dampak pelemahan rupiah yang efeknya kini juga tak luput menyasar rakyat kecil.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo saat menanggapi kekhawatiran soal nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar Amerika Serikat. Dalam pidato peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu kemarin, Prabowo menilai masyarakat kecil, terutama di desa, tidak terlalu terdampak langsung oleh gejolak kurs dollar.
“Rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Minggu 17 April 2026.
Menurut Prabowo, mayoritas masyarakat desa memang tidak bertransaksi langsung memakai dollar, sehingga gejolak kurs dianggap tidak langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa pangan dan energi Indonesia masih aman serta fundamental ekonomi nasional tetap kuat.
Namun kontroversinya muncul karena banyak ekonom, netizen, dan pengamat menilai logika itu terlalu menyederhanakan ekonomi. Walaupun warga desa tidak memegang dolar secara langsung, kenaikan kurs dolar bisa berdampak ke harga BBM dan energi, pupuk, bahan baku impor hingga harga barang sehari-hari.
Karena banyak sektor ekonomi Indonesia tetap bergantung pada impor atau harga global berbasis dolar. Jadi efeknya tetap bisa “turun” ke masyarakat bawah lewat inflasi dan kenaikan harga.
Kritik di Media Sosial Semakin Nyaring
Pidato kontroversial Prabowo ini juga langsung menjadi topik hangat di media sosial. Banyak yang menganggap pernyataan itu populis dan tidak sensitif
dan terkesan mengabaikan kecemasan publik soal rupiah yang melemah.
Hal itu coba ditenangkan oleh kelompok yang membela Prabowo dengan berargumen bahwa konteks pidato itu adalah menenangkan masyarakat agar tidak panik berlebihan terhadap fluktuasi kurs dan isu ‘Indonesia collapse’.
“Saya yakin sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak ngerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos,” ujar Prabowo menegaskan terkait isu Indonesia collapse.
Namun mayoritas Netizen memandang pernyataan Prabowo tersebut sangat gegabah bahkan tak masuk akal. Karena bagaimanapun, melemahnya nilai tukar tentu akan berdampak pada perekonomian yang juga tak pandang bulu menyasar rakyat pedesaan.

