Jakarta (tutur.co.id) — Langkah keluarga Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mereka merambah industri pasar prediksi (prediction market), sebuah sektor yang tengah berkembang pesat dan memungkinkan publik “bertaruh” atas berbagai peristiwa, mulai dari olahraga hingga politik dan geopolitik global.
Ekspansi ini menandai babak baru dalam perjalanan bisnis keluarga Trump. Pada 1990-an, ambisi Trump untuk masuk ke industri taruhan olahraga sempat kandas setelah upayanya mendorong legalisasi di negara bagian New Jersey ditolak oleh regulator dan elite politik setempat. Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, peluang itu kembali terbuka dalam bentuk yang berbeda—melalui pasar prediksi berbasis teknologi dan kripto.
Perusahaan Trump Media & Technology Group, yang menjadi salah satu pilar kekayaan Trump sejak melantai di bursa pada 2024, dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran platform bernama Truth Predict. Platform ini diproyeksikan menjadi pintu masuk keluarga Trump ke industri kontrak peristiwa (event contracts) yang semakin diminati investor global.
Di sisi lain, Donald Trump Jr. juga aktif di sektor ini sebagai penasihat bagi dua pemain besar, yakni Kalshi dan Polymarket. Ia bahkan dilaporkan turut berinvestasi di salah satu perusahaan tersebut, memperkuat keterlibatan keluarga Trump dalam ekosistem pasar prediksi.
Berbeda dengan model taruhan olahraga konvensional yang diatur ketat oleh negara bagian, pasar prediksi berada dalam kerangka hukum yang berbeda. Di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), aktivitas ini diklasifikasikan sebagai kontrak peristiwa, bukan perjudian. Dalam pemerintahan Trump, regulator federal bahkan disebut tengah berupaya memberikan perlindungan terhadap sektor ini dari regulasi ketat yang berlaku pada industri taruhan olahraga.
Namun, kondisi tersebut justru memunculkan kekhawatiran serius terkait potensi konflik kepentingan. Sejumlah pengawas etika menilai kebijakan pemerintah berpotensi memberikan keuntungan langsung bagi bisnis keluarga presiden, mengingat keterlibatan mereka yang semakin dalam di sektor ini.
Kontroversi juga datang dari industri kasino tradisional yang merasa posisinya terancam. Pelaku industri menilai pasar prediksi beroperasi layaknya taruhan olahraga, tetapi tanpa beban regulasi dan pajak yang sama. Chris Christie, mantan Gubernur New Jersey, bahkan menyebut fenomena ini berpotensi merusak sistem yang selama ini telah berjalan baik.
Pasar prediksi sendiri memungkinkan pengguna mengambil posisi atas berbagai kejadian, mulai dari hasil pemilu, kondisi cuaca, hingga konflik geopolitik. Namun, fleksibilitas ini juga memunculkan risiko baru, termasuk potensi insider trading hingga munculnya pasar sensitif seperti death market yang berkaitan dengan kematian tokoh publik.
Sejak pemilu AS 2024, aktivitas di sektor ini meningkat tajam. Nilai transaksi global di berbagai platform pasar prediksi bahkan dilaporkan telah melampaui US$5 miliar per pekan dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan besarnya minat investor terhadap instrumen ini.
Lonjakan tersebut memicu respons dari regulator di sejumlah negara bagian seperti Nevada dan New Jersey yang mulai menggugat operasional perusahaan terkait. Bahkan, Jaksa Agung Arizona dilaporkan telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Kalshi atas dugaan praktik perjudian ilegal, meskipun pihak perusahaan membantah tuduhan tersebut dan menegaskan berada di bawah yurisdiksi federal.
Persaingan kepentingan ini juga tercermin dari aktivitas lobi besar-besaran di Washington. Sepanjang 2025, perusahaan-perusahaan di sektor pasar prediksi disebut telah menggelontorkan dana hingga US$14 juta untuk memengaruhi arah kebijakan pemerintah.
Analis menilai, masa depan industri ini sangat bergantung pada arah regulasi ke depan. Jika aturan diperketat, pertumbuhan pasar prediksi bisa terhambat, sekaligus berdampak pada kepentingan ekonomi keluarga Trump yang kini terlibat langsung di dalamnya.
Situasi ini juga menempatkan pemerintahan Trump dalam posisi dilematis. Di satu sisi, mereka memiliki kepentingan di industri baru yang tengah berkembang pesat. Namun di sisi lain, mereka harus berhadapan dengan industri kasino tradisional yang selama ini menjadi salah satu penyumbang dana politik terbesar.
Sebagai catatan, putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 2018 yang melegalkan taruhan olahraga di berbagai negara bagian telah membuka jalan bagi ekspansi industri perjudian modern. Kini, kemunculan pasar prediksi berbasis teknologi dinilai menjadi babak baru yang berpotensi mengubah lanskap industri tersebut secara signifikan.

