Jakarta (Tutur.co.id) – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 53 ribu tiket kereta cepat Whoosh telah terjual selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 13–17 Mei 2026. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga akhir masa liburan.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak Rabu (13/5), terutama pada jadwal keberangkatan sore dan malam hari setelah jam kerja dengan tingkat okupansi mencapai 95 persen.
“Penumpang didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan waktu libur panjang untuk bepergian, khususnya dari Jakarta menuju Bandung dan sekitarnya untuk berlibur,” kata Eva.
KCIC menyebut tingginya minat masyarakat terhadap layanan Whoosh juga didukung oleh penambahan jumlah perjalanan secara bertahap. Sejak awal beroperasi dengan 14 perjalanan per hari, kini layanan Whoosh telah meningkat menjadi 62 perjalanan setiap hari.
Menurut Eva, waktu tempuh yang singkat serta ketepatan jadwal menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta cepat untuk perjalanan selama libur panjang.
“Perjalanan yang singkat, nyaman, serta memiliki ketepatan waktu yang tinggi menjadi nilai tambah kenapa masyarakat memilih Whoosh,” ujarnya.
KCIC juga mengimbau calon penumpang membeli tiket secara daring sebelum tiba di stasiun untuk menghindari kehabisan tiket pada jam-jam favorit keberangkatan. Selain itu, penumpang diminta memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun karena volume kendaraan diperkirakan meningkat selama masa libur panjang.
Lonjakan penumpang Whoosh terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode long weekend. Data Jasa Marga juga menunjukkan volume kendaraan keluar Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung mengalami peningkatan selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus tahun ini.
Whoosh sendiri merupakan layanan kereta cepat Jakarta–Bandung yang dioperasikan KCIC sejak 2023. Kereta cepat tersebut memiliki waktu tempuh sekitar 35–45 menit dan menjadi moda transportasi cepat pertama di Asia Tenggara.

