Jakarta (tutur.co.id) – Isu konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memicu kekhawatiran global. Timeline media sosial ramai, grup keluarga mulai membahas peta dunia, dan pertanyaan klasik pun muncul lagi, kalau dunia benar-benar masuk ke konflik besar, negara mana yang paling aman?
Dikutip dari LADbible daftar negara yang diprediksi relatif lebih aman jika Perang Dunia III benar-benar terjadi, Indonesia masuk di dalamnnya.Tentu ini bukan jaminan mutlak. Tapi setidaknya ada gambaran soal faktor apa saja yang membuat sebuah negara dianggap lebih aman: netralitas politik, jarak geografis dari pusat konflik, stabilitas dalam negeri, serta ketersediaan sumber daya.
Berikut daftar negara yang dijamin aman bila Perang Dunia III benar-benar terjadi:
Islandia
Negara ini konsisten masuk dalam jajaran negara paling damai di dunia. Letaknya terpencil di Atlantik Utara dan tidak aktif terlibat dalam konflik militer besar. Jarak, dalam hal ini, menjadi perlindungan alami.
Swiss
Netralitas sudah menjadi identitas Swiss selama ratusan tahun. Selain itu, negara ini memiliki sistem perlindungan sipil yang kuat, termasuk bunker pertahanan yang dirancang untuk melindungi warganya dalam kondisi darurat.
Selandia Baru
Secara geografis jauh dari pusat konflik global, populasinya relatif kecil, dan stabil secara politik. Kombinasi ini membuat Selandia Baru sering disebut sebagai salah satu negara paling aman dalam skenario krisis global.
Tuvalu
Negara kecil di Pasifik ini minim kepentingan geopolitik dan jarang terlibat dalam dinamika politik internasional. Justru karena tidak menjadi pusat perhatian dunia, ia dianggap relatif lebih aman.
Indonesia
Disebut karena posisi politik luar negerinya yang relatif netral dan tidak terikat langsung dalam blok militer besar dunia. Sebagai negara kepulauan dengan sumber daya alam yang cukup, Indonesia dinilai memiliki peluang bertahan dalam kondisi krisis global.
Bhutan
Negara kecil yang dikelilingi pegunungan Himalaya ini dikenal menjaga jarak dari konflik internasional. Letak geografis yang sulit diakses menjadi faktor perlindungan tambahan.
Argentina
Memiliki wilayah luas dan sumber daya pangan besar. Dalam skenario perang global, ketersediaan pangan menjadi faktor penting untuk keberlangsungan hidup.
Chili
Wilayahnya membentang panjang di Amerika Selatan, diapit Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik. Secara geografis cukup terlindungi dan jauh dari pusat konflik utama.
Fiji
Pulau di Pasifik Selatan ini jauh dari dinamika politik Timur Tengah maupun Eropa. Posisi terpencil kembali menjadi faktor utama dalam penilaian keamanan.
Afrika Selatan
Memiliki sumber daya alam yang cukup besar dan posisi yang relatif jauh dari zona konflik utama dunia.
Antartika
Secara teknis paling jauh dari peperangan. Namun tentu saja, tantangan alamnya sangat ekstrem dan tidak realistis untuk menjadi tujuan evakuasi massal.
Meski begitu, penting untuk diingat bahwa tidak ada negara yang benar-benar 100 persen aman dalam perang global. Dampak konflik modern tidak hanya berupa serangan fisik, tetapi juga gangguan ekonomi, krisis energi, krisis pangan, dan efek domino politik yang bisa menjalar ke mana saja.
Daftar ini lebih menunjukkan satu pola: negara yang netral, jauh dari pusat konflik, tidak terikat aliansi militer besar, serta memiliki sumber daya cukup cenderung dianggap lebih aman.
Di tengah ramainya pemberitaan dan spekulasi, mungkin yang juga penting adalah menjaga ketenangan. Karena rasa aman bukan hanya soal lokasi geografis, tetapi juga tentang bagaimana kita menyikapi informasi dan mengelola kecemasan di tengah situasi global yang tidak pasti.

