Teheran (Tutur.co.id) – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim sebanyak 200 orang tewas dalam serangan gelombang ke-73 dari Operasi Janji Sejati 4 pada Sabtu malam 21 Maret 2026. Dalam serangan itu, IRGG menargetkan bagian selatan dan utara Palestina yang kini diduduki Israel.
Pernyataan ini disampaikan Kantor humas IRGC di tengah makin ketatnya sensor informasi yang diterapkan pemerintahan Benjamin Netanyahu. Termasuk larangan bagi jurnalis Israel untuk memberitakan kejadian sebenarnya terkait serangan-serangan Iran ke wilayah Israel.
Menurut Kantor Berita Tasnim Iran, Korps Garda Revolusi Iran menggunakan gabungan system rudal dan drone milik Angkatan Udara IRGC untuk menggempur target sasarannya. Serangan gelombang ke-73 ini menggunakan slogan “Ya Haydar, semoga kedamaian menyertainya” untuk menghormati para martir pertahanan Udara Iran yang telah gugur.
Sebelumnya juga diberitakan serangan Iran ini juga menyasar beberapa wilayah di Israel seperti di Kota Kota Dimona Israel. Tampak puing-puing bangunan rata dengan tanah saat rudal balistik Iran menghantam sebuah bangunan komunitas di kota tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel terhadap dampak serangan bergelombang dari Iran pada Sabtu malam tersebut.

