Basel (Tutur.co.id) – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani berhasil melangkah ke final Swiss Open 2026 setelah mengalahkan wakil Jepang Nozomi Okuhara dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Sabtu (14/3/2026) malam.
Putri KW memastikan tiket ke partai puncak usai menang dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-13. Kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi pemain Indonesia itu setelah melalui pertandingan yang menuntut kesabaran dan strategi matang.
Usai laga, Putri mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya terletak pada kesiapan menghadapi gaya permainan Okuhara yang dikenal ulet dalam bertahan.
“Sejak sebelum pertandingan saya sudah menyiapkan diri untuk menghadapi reli panjang. Melawan Okuhara pasti tidak mudah mematikan bola karena dia punya pertahanan yang sangat baik dan pukulan spekulasi yang bagus,” ujar Putri.
Menurutnya, pada awal pertandingan Okuhara lebih banyak menunggu kesalahan dari dirinya dan mengandalkan permainan bertahan.
“Di gim pertama dia memang menunggu saya menyerang. Dia lebih banyak bermain defense, tapi saya membaca bahwa kalau terlalu memaksakan serangan justru akan menyulitkan,” katanya.
Setelah interval, Putri kemudian mengubah pendekatan dengan bermain lebih sabar dan menjaga reli panjang.
“Setelah interval saya mencoba bermain lebih aman, banyak reli dan bermain panjang. Dari situ dia justru lebih banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambahnya.
Pada partai final yang akan berlangsung Minggu (15/3) malam, Putri akan menghadapi wakil Thailand Supanida Katethong. Supanida melaju ke final setelah menyingkirkan pemain Chinese Taipei Lin Hsiang Ti melalui pertandingan tiga gim dengan skor 14-21, 21-18, dan 23-21.
Bagi Putri, final Swiss Open menjadi kesempatan penting untuk meraih gelar pertamanya tahun ini.
“Ini final pertama saya tahun ini. Saya akan tetap fokus dan menjaga konsistensi. Siapapun lawannya besok saya siap,” ujar Putri.
Ia juga mengaku senang dapat menembus partai puncak setelah dalam beberapa turnamen terakhir kerap terhenti di babak perempat final.
“Belakangan saya selalu berhenti di perempat final. Di turnamen Super 300 ini saya ingin membuktikan bahwa saya masih layak untuk menjadi juara,” kata Putri.

