Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidatif pada perdagangan Jumat (6/3/2026) setelah berhasil rebound pada sesi sebelumnya.
Pada perdagangan Kamis (5/3/2026), IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710, didorong penguatan bursa global serta aksi bargain hunting investor meski dibayangi profit taking pada sejumlah saham yang telah mengalami reli, terutama di sektor migas.
Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal indikator Stochastic RSI telah berada di area oversold dan berpotensi mengalami reversal. Namun, indikator MACD masih menunjukkan pelebaran histogram negatif.
“IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi pada kisaran 7.550–7.800 pada perdagangan Jumat (6/3/2026),” tulis Phintraco Sekuritas.
Dari eksternal, pasar menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat seperti nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran Februari 2026. Sementara dari dalam negeri, investor mencermati potensi penurunan cadangan devisa di tengah pelemahan rupiah yang ditutup di level Rp16.905 per dolar AS.
Untuk perdagangan jangka pendek, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham TLKM, BBCA, BMRI, ESSA, dan ASII.

