Yerusalem (Tutur.co.id) — Israel Defense Forces (IDF) menyatakan telah menyerang sekitar 60 target milik Hizbullah dalam rangkaian operasi udara berskala luas di Lebanon selatan. Target yang dihantam meliputi fasilitas penyimpanan senjata, pusat komando, peluncur rudal, serta infrastruktur lain yang disebut sebagai bagian dari jaringan kelompok tersebut.
Dalam pernyataan resmi, IDF menyebut serangan tambahan dilakukan di wilayah Tyre dan Sidon, yang diklaim digunakan oleh Hizbullah dan Hamas untuk merencanakan serta melancarkan serangan terhadap pasukan Israel dan warga sipil.
Militer Israel menyatakan sebelum serangan dilaksanakan, sejumlah langkah mitigasi telah diambil guna meminimalkan dampak terhadap warga sipil, termasuk peringatan dini, penggunaan amunisi presisi, dan pengawasan udara.
IDF menegaskan operasi tersebut merupakan respons atas serangan yang dilakukan Hizbullah terhadap Israel, dan menyatakan tidak akan membiarkan ancaman terhadap warga sipil Israel.
Deteksi Rudal dari Iran.
Dalam perkembangan terpisah, IDF juga melaporkan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran yang mengarah ke wilayah Israel. Sistem pertahanan udara disebut sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut.
Komando Front Dalam Negeri Israel dilaporkan telah mengirimkan instruksi darurat langsung ke telepon seluler warga di wilayah terdampak. Masyarakat diminta segera memasuki ruang perlindungan dan tetap berada di dalam hingga ada pemberitahuan resmi lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban maupun tingkat kerusakan akibat rangkaian peristiwa tersebut.

