Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Techno»Huawei: AI dan Digitalisasi Jadi Kunci Modernisasi Jaringan Listrik di Tengah Krisis Pemadaman Global

Huawei: AI dan Digitalisasi Jadi Kunci Modernisasi Jaringan Listrik di Tengah Krisis Pemadaman Global

Techno Adi P23 Januari 2026 / 13:04 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Jason Li, Presiden, Huawei Marketing & Solution Sales Dept, Unit Bisnis Digitalisasi Tenaga Listrik. (Foto:Tutur/Huawei)
Jason Li, Presiden, Huawei Marketing & Solution Sales Dept, Unit Bisnis Digitalisasi Tenaga Listrik. (Foto:Tutur/Huawei)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Barcelona (tutur.co.id) – Sepanjang 2025, lebih dari 1,2 miliar orang terdampak pemadaman listrik besar di berbagai belahan dunia. Di tengah krisis pasokan energi dan dorongan menuju netralitas karbon, Huawei menilai otomatisasi saja tak lagi cukup. Kecerdasan buatan dan digitalisasi kini menjadi tulang punggung baru modernisasi jaringan listrik global.

Lonjakan pemadaman listrik besar sepanjang 2025 menjadi alarm keras bagi industri ketenagalistrikan dunia. Lebih dari 10 gangguan masif tercatat mengacaukan pasokan listrik lintas negara, menyingkap rapuhnya sistem tenaga di tengah percepatan energi terbarukan dan elektrifikasi. Stabilitas masih menjadi prioritas utama perusahaan listrik global, namun tantangan kini jauh lebih kompleks: integrasi energi hijau berskala besar dan beban listrik yang makin sulit diprediksi.

Dalam lanskap tersebut, Huawei menempatkan otomatisasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI) sebagai poros utama transformasi jaringan listrik masa depan. Jason Li, Presiden Huawei Marketing & Solution Sales Department untuk Unit Bisnis Digitalisasi Tenaga Listrik, menegaskan bahwa peran jaringan listrik tengah mengalami pergeseran fundamental.

“Di masa depan, jaringan listrik tidak lagi sekadar sistem transmisi. Ia akan menjadi elemen kunci dalam transisi energi,” ujar Jason Li dalam keterangan resmi Kamis (22/1). Menurut dia, digitalisasi dan AI telah beralih dari sekadar peningkatan opsional menjadi komponen esensial dalam pembangkitan dan distribusi tenaga listrik inti.

Selama ini, otomatisasi dimanfaatkan terutama untuk merespons gangguan jaringan. Namun, dengan masuknya pembangkit listrik tenaga surya terdistribusi, sistem penyimpanan energi, serta infrastruktur pengisian kendaraan listrik, pola kerja jaringan berubah drastis. Interaksi pengguna meningkat, potensi transaksi di sisi beban tumbuh, dan risiko ketidakseimbangan sistem makin besar.

Huawei memandang integrasi mendalam teknologi digital ke dalam seluruh skenario ketenagalistrikan sebagai jalan keluar. “Pembentukan ulang proses produksi dan operasional melalui telekomunikasi dan AI memungkinkan jaringan listrik mencapai stabilitas dan fleksibilitas yang optimal,” kata Jason.

Baca Juga  Earbuds Naik Level: Dari Alat Pendengar Musik Jadi Perangkat Kesehatan Pintar

Sorotan Huawei tertuju pada jaringan distribusi, yang dinilai sebagai titik krusial terobosan sistem ketenagalistrikan masa depan. Tantangan terbesar ada pada minimnya visibilitas di tingkat tegangan rendah, khususnya pada level 400 volt—wilayah yang selama ini kerap menjadi “blind spot” dalam pengelolaan listrik.

Gardu Listrik {Pintar (Foto:Tutur/Huawei)
Gardu Listrik {Pintar (Foto:Tutur/Huawei)

Untuk menjawab persoalan itu, Huawei bersama para mitra mengembangkan Intelligent Distribution Solution (IDS), solusi distribusi cerdas yang dirancang menciptakan transparansi penuh di jaringan tegangan rendah. Solusi ini memungkinkan operator memantau, mengelola, dan menyeimbangkan beban secara real-time, sekaligus meningkatkan keamanan dan keandalan jaringan distribusi.

Inovasi tersebut akan dipamerkan Huawei pada Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona. Perusahaan teknologi asal Cina itu berencana menampilkan aplikasi AI terbarunya dalam digitalisasi ketenagalistrikan, mulai dari distribusi listrik cerdas, gardu induk berbasis digital, hingga teknologi inspeksi pembangkit listrik.

Di tengah dunia yang semakin bergantung pada listrik—baik untuk industri, transportasi, maupun ekonomi digital—klaim Huawei menegaskan satu hal: masa depan energi tidak hanya ditentukan oleh sumbernya, tetapi oleh kecerdasan sistem yang mengelolanya. Jaringan listrik yang cerdas, transparan, dan adaptif kini menjadi prasyarat mutlak bagi transisi energi global.

Huawei Listrik Masa Depan Mobile World Congres (MWC)
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Pamerkan Program MBG, Prabowo: Produksi MBG Akan Lampaui McDonald’s
Next Article Video: Kunci 2 Medali Emas, Tim Para Judo Incar Sapu Bersih Semua Pertandingan

Berita Lainnya

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta Lewat Forum CorpU Association Insight

17 Juli 2026 / 14:42 WIB

Menuju Era Baru AI, Apple Resmi Ungkap iOS 27 dengan Revolusi Siri AI

16 Juli 2026 / 14:14 WIB

Telkom dan EDB Singapura Perkuat Kolaborasi Infrastruktur Digital Berkelanjutan

13 Juli 2026 / 20:33 WIB

HUT ke-61, Telkom Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM hingga Kompetisi AI

06 Juli 2026 / 20:01 WIB

Telkom Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding

06 Juli 2026 / 15:43 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pasar Tunggu Pidato Prabowo soal Arah Kebijakan Ekonomi, IHSG Diproyeksi Fluktuatif

Gusti Tetiro20 Mei 2026 / 03:28 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.