Jakarta (Tutur.co.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan agar tidak ada pihak mana pun yang memaksa pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idul Fitri.
“Mudah-mudahan, tidak ada pemaksaan dari ormas (organisasi masyarakat) atau siapa pun untuk minta THR,” kata Pramono di Kawasan Jakarta Timur.
Pramono menegaskan Jakarta selama ini dikenal memiliki iklim usaha yang kondusif. Karena itu, ia berharap hubungan antara pengusaha dan masyarakat tetap terjaga tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.
Ia juga menyarankan para pengusaha menyikapi permintaan THR dari pihak luar secara bijak. Menurutnya, menjaga situasi yang kondusif menjadi kunci agar aktivitas ekonomi di ibu kota tetap berjalan lancar.
“Bagi pengusaha, kalau boleh saya sarankan, karena Jakarta ini, terutama kita, menjaga kehidupan yang sudah berjalan dengan baik,” kata Pramono.
Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya memastikan suasana menjelang Idul Fitri tetap aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Sejumlah kegiatan pun disiapkan untuk memeriahkan Lebaran di Jakarta. Salah satunya program Mudik ke Jakarta. Pada 12 Maret 2026 akan digelar kegiatan Hijab Fashion Show di kawasan Tanah Abang, sementara pada 19 Maret diadakan Festival Bedug pada malam hari yang dilanjutkan dengan pawai obor.
“Pada tanggal 12 Maret nanti, ada Hijab Fashion Show di Tanah Abang. Kemudian, pada tanggal 19, akan ada bedug festival malam hari dan juga pawai obor,” ungkap Pramono.
Pemprov DKI juga menyiapkan berbagai promo bagi masyarakat, seperti transportasi umum gratis dan diskon di pusat perbelanjaan, agar warga dapat menikmati libur Lebaran di ibu kota dengan lebih nyaman.

