Roma (Tutur.co.id) – Timnas Italia akan menghadapi Irlandia Utara dalam laga semifinal play-off Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Bergamo, Italia, Jumat (27/3) pukul 02.45 WIB. Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Gli Azzurri untuk membuka jalan menuju putaran final.
Menjelang laga penting tersebut, pelatih Gennaro Gattuso menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak terjebak bayang-bayang kegagalan masa lalu. Italia diketahui gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022. Sebuah catatan buruk yang masih membekas dalam perjalanan tim.
Gattuso menilai tekanan tersebut tidak boleh membebani para pemain, terlebih sebagian besar dari mereka telah memiliki pengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa.
“Kami harus bisa membuat para pemain merasa lebih ringan,” ujar Gattuso di pusat latihan Italia di Coverciano, seperti dikutip Reuters.
“Italia memang tidak tampil di dua Piala Dunia terakhir, tetapi itu tidak perlu membuat mereka tertekan. Ini adalah pemain-pemain yang pernah menjuarai Piala Eropa dan tampil di final Liga Champions. Mereka sudah terbiasa dengan pertandingan seperti ini,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama tim adalah pertandingan yang ada di depan mata, dengan mengedepankan mentalitas yang tepat dan kewaspadaan terhadap kekuatan lawan.
“Tidak ada alasan. Kami hanya harus fokus pada pertandingan, punya mentalitas yang tepat, dan tetap tenang. Kami menghormati lawan, tetapi harus tetap jernih dan peka terhadap bahaya,” kata Gattuso.
Jika mampu mengatasi Irlandia Utara, Italia akan melaju ke final play-off dan menghadapi pemenang laga antara Wales dan Bosnia-Herzegovina pada 31 Maret untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia 2026.
Namun, Italia dipastikan kehilangan salah satu pemain pentingnya, Federico Chiesa. Penyerang Liverpool itu harus meninggalkan pemusatan latihan akibat masalah fisik.
“Dia mengalami beberapa masalah fisik dan kami memutuskan tidak ada gunanya dia tetap di sini. Jika seseorang merasa tidak siap dan ingin pulang, itu keputusan yang harus dihormati,” jelas Gattuso.
Selain itu, keputusan memainkan laga di Stadion Bergamo, bukan di Stadion San Siro, juga menjadi perhatian. Gattuso mengaku mempertimbangkan faktor atmosfer pertandingan.
Menurutnya, stadion yang lebih kecil dapat menciptakan dukungan yang lebih intens tanpa tekanan berlebih dari suporter jika tim melakukan kesalahan di awal laga.
“Di stadion besar seperti San Siro, penonton bisa mulai mencemooh setelah beberapa kesalahan. Saya ingin menciptakan atmosfer yang benar-benar mendukung,” ujarnya.
Bagi Gattuso, laga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan kesempatan untuk membuka lembaran baru bagi Italia. Ia menegaskan bahwa masa lalu harus ditinggalkan, sementara fokus sepenuhnya diarahkan pada tantangan yang ada di depan.

