Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Garuda Indonesia Bidik 50 Pesawat Boeing, Danantara Bahas Skema Pendanaan

Garuda Indonesia Bidik 50 Pesawat Boeing, Danantara Bahas Skema Pendanaan

Market Gusti Tetiro27 Februari 2026 / 08:21 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pesawat Boeing 737 MAX (Foto: Boeing)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menjadi bagian dari implementasi perjanjian dagang resiprokal Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Namun, skema pendanaan dan kepastian waktu pengiriman masih menjadi pembahasan utama.

Managing Director Stakeholder Management and Communications BPI Danantara, Rohan Hafas, mengatakan pihaknya bersama Garuda tengah mengkaji berbagai opsi sumber pendanaan.

“Sources of fund itu kan bisa macam-macam ya. Tadi cuma nyebut dua kan. Supplier’s credit juga ada kan. Ke Boeing kita juga bisa nyicil ke Boeing kan. Something like that, itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan. Krediturnya kan bisa bank juga. Kan bisa dikredit juga pesawat,” ujar Rohan dalam diskusi di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, terdapat dua opsi utama yang tengah dibahas, yakni suntikan modal dari Danantara serta penggunaan modal usaha hasil kinerja bisnis Garuda. Selain itu, opsi pembelian secara kredit, baik melalui pembiayaan langsung ke Boeing maupun kredit perbankan, juga terbuka.

Meski demikian, Rohan menegaskan tantangan terbesar saat ini bukan pada skema pembiayaan, melainkan waktu tunggu pengiriman pesawat yang bisa mencapai tujuh tahun.

“Semua kendalanya cuma satu, delivery time kan. Bukan masalah memilih jenis saja. Delivery time. Mau milih jenis pesawat yang mana kalau delivery time-nya juga nggak segera, kita mesti putar otak dulu kan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Garuda telah menyatakan kesiapan membeli hingga 50 unit. Namun, pihak Boeing belum memberikan kepastian berapa unit yang mampu diproduksi dalam waktu dekat.

“Kita siap membeli 50. Cuma Boeing belum menjawab atau akan menjawab dia mampunya 10 kah, 20 kah, itu belum,” kata Rohan.

Baca Juga  BEI: Pasar Perlu Serap Tambahan Saham Rp187 Triliun untuk Penuhi Free Float 15%

Dengan demikian, negosiasi lanjutan antara kedua pihak masih akan berfokus pada kapasitas produksi dan jadwal pengiriman sebelum masuk ke tahap finalisasi pembiayaan.

Boeing Danantara Garuda Indonesia headline Pembelian Pesawat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLokasi Layanan SIM Keliling 27 Februari 2026
Next Article Lokasi Layanan Samsat Keliling 27 Februari 2026

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Stok Berlimpah Tak Menjamin Stabilitas, Distribusi Pangan Masih Jadi Titik Lemah

Gusti Tetiro26 Maret 2026 / 17:08 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.