Jakarta (Tutur.co.id) – Ekonom nyentrik Ferry Latuhihin menyentil program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program andalan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Ferry program yang menyedot anggaran besar ini berpotensi menjadi progam pemborosan.
“Saya sudah berpesan kepada pemerintah hati-hati dengan program pemborosan yang dilakukan lewat MBG. Saya bilang konsekuensi fiscal kita akan reot dan itu terjadi,” kata Ferry dalam acara podcast Bang Don Zuper Opini.
Ferry Latuhihin menambahkan, pemerintah memang harus benar-benar hati-hati mengingat program MBG ini menyedot anggaran APBN paling besar sedangkan tujuan dan manfaatnya masih belum jelas diketahui.
“Ini makan uang besar sekali, pos paling besar dalam APBN Rp335 triliun. Sementara legalitasnya banyak yang menggugat tuh Undang-undang APBN karena dianggap mencuri dana pendidikan,” katanya.
Walaupun Presiden Prabowo bilang efisiensi, lanjut Ferry, faktanya MBG ini mengambil sekian ratus triliun dana Pendidikan untuk membiaya program andalan presiden.
“Yang kedua, kalau MBG dibilang investasi itu salah. Yang namanya investasi itu dua, tangible (fisik) dan intangible (non-fisik). Jembatan, jalanan, pelabuhan, airport, itu tangible asset. Yang intangible asset itu Pendidikan,” kata Ferry.
Menurut Ferry, pemilihan program MBG itu tanpa melalui research dan development. Jadi lebih terkesan sebagai program populis yang ternyata pelaksanaannya juga banyak masalah.
“Yang Namanya makan bergizi gratis itu, belum tentu bergizi dan tidak gratis, itu benar. Istilahnya masuk mulut keluar di toilet,” kata Ferry Latuhihin.
Ferry juga menyoroti, apakah MBG benar-benar harus menyedot anggaran sebesar Rp335 triliun. Karena menurutnya, tidak semua anak-anak membutuhkan program ini, terutama untuk daerah perkotaan.
“Kan pertama daerah tertinggal, terdepan, terluar 3T. Indonesia Timur terutama kan banyak. Dan saya hitung-hitung itu tidak lebih dari Rp10 triliun budgetnya udah cukup,” kata Ferry.
Begitu juga dengan jumlah penerima MBG yang dianggap Ferry juga tidak berdasarkan kondisi lapangan. “Kenapa harus 83 juta anak-anak sekolah yang harus diselamatkan sementara yang butuh paling cuman 5 juta,” kata Ferry.
Nah, buat Kawan Tutur dapat menyaksikan obrolan menarik Ferry Latuhihin dengan Don Bosco Selamun ini dalam program podcast Bang Don Zuper Opini yang akan tayang di Tutur TV hari ini pukul 20.00 WIB.

