Teheran (Tutur.co.id) – Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dilaporkan semakin meluas, seiring konfirmasi dari media negara tersebut. Ditambah lagi pernyataan resmi militer Israel mengenai operasi yang menyasar sejumlah titik strategis di negara tersebut.
Militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan udara ke fasilitas produksi yellowcake di Ardakan, Yazd, serta instalasi air berat di Arak yang dikenal Iran sebagai reaktor Khondab. Operasi ini disebut sebagai bagian dari upaya menghentikan program nuklir Iran yang dinilai menjadi ancaman.
Dalam keterangannya, Israel menyebut fasilitas di Yazd sebagai satu-satunya pabrik ekstraksi uranium dari tambang di Iran, yang memegang peran penting dalam rantai pengembangan bahan baku nuklir. Sementara itu, fasilitas air berat di Arak yang selama ini diklaim sebagai bagian dari program nuklir sipil juga menjadi sasaran karena dinilai berpotensi mendukung produksi plutonium.
Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa serangan tersebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat, menandai eskalasi signifikan karena kini menyasar langsung infrastruktur nuklir.
Meski demikian, pejabat Iran menegaskan bahwa tidak terjadi kebocoran radiasi akibat serangan tersebut. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran publik di tengah situasi yang memanas.
Serangan terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah Iran melaporkan dua kali serangan proyektil terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, salah satu fasilitas paling sensitif di negara itu.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengingatkan bahwa aksi militer tidak akan mampu menghentikan program nuklir Iran secara permanen.
Menurut Grossi, kapasitas teknis dan pengetahuan Iran dalam pengayaan uranium telah mencapai tingkat yang sangat maju. Karena itu, hanya skenario ekstrem yang berpotensi menghentikan program tersebut yang pada saat bersamaan berisiko memicu konflik jauh lebih luas.
Ia juga memperingatkan bahwa eskalasi yang terus berlanjut dapat membawa konsekuensi besar, bahkan berpotensi menuju kehancuran yang tidak terbayangkan jika tidak segera dikendalikan.

