Roma (Tutur.co.id) – Pelatih Cesc Fabregas mempersembahkan kemenangan telak Como 1907 atas Pisa sebagai penghormatan bagi mendiang pemilik klub, Michael Bambang Hartono, yang wafat pada Kamis (19/3/2026).
Como tampil impresif dengan menang 5-0 pada pekan ke-30 Liga Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu (22/3/2026). Kemenangan tersebut terasa lebih bermakna karena diraih di tengah suasana duka yang menyelimuti klub.
“Hari ini adalah kemenangan yang sangat penting. Kami kehilangan sosok yang sangat berarti bagi klub, tetapi kami berada di sini berkat orang-orang yang percaya pada klub dan kota ini. Kemenangan ini untuk Michael dan seluruh keluarga Hartono,” ujar Fabregas usai pertandingan, dikutip dari DAZN.
Fabregas mengakui sejak awal timnya menyadari bahwa laga melawan Pisa tidak akan berjalan seperti biasa, mengingat kondisi emosional yang menyertai. Meski demikian, ia puas dengan respons para pemain yang mampu tampil agresif sejak awal dan menjaga konsistensi hingga mengakhiri pertandingan dengan kemenangan besar tanpa kebobolan.
“Saya juga ingin menyampaikan duka cita kepada keluarga Hartono atas kontribusi besar yang telah mereka berikan kepada kota dan klub ini,” katanya.
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh elemen stadion mengheningkan cipta selama satu menit sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bambang Hartono, yang meninggal dunia di Singapura.
Como sendiri tengah berada dalam fase kebangkitan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Klub tersebut sebelumnya sempat terpuruk di kasta keempat sepak bola Italia sebelum diakuisisi oleh grup Djarum melalui SENT Entertainment dengan nilai sekitar 800 ribu euro.
Sejak akuisisi tersebut, Como menunjukkan perkembangan pesat dengan promosi beruntun hingga kembali ke Serie A setelah 21 tahun. Mereka juga sempat menjuarai Serie C pada 2021.
Di bawah arahan Fabregas, Como kini menjelma menjadi tim kompetitif yang dihuni banyak pemain muda potensial. Pada musim ini, mereka bahkan mampu bersaing di papan atas klasemen dan membuka peluang tampil di Liga Champions.
“Suasananya sangat bagus, para pendukung bahagia, dan kami semua menginginkan lebih. Namun, mereka juga menikmati perjalanan ini. Enam atau tujuh tahun lalu kami berada di Serie D, sekarang kami terus berkembang,” ujar Fabregas.
Ia menegaskan bahwa pencapaian saat ini merupakan hasil dari perencanaan jangka panjang yang telah dirancang klub dalam beberapa tahun terakhir.

