Jakarta (Tutur.co.id) – Belum genap 1,5 tahun menjabat sebagai Presiden Indonesia, dukungan terhadap Prabowo Subianto semakin lantang terdengar di awal tahun ini. Beberapa pihak menganggap santernya dukungan ini justru membuka peluang berpisahnya Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka.
Alih-alih terbuai, Presiden Prabowo sendiri tampak lebih fokus untuk memilih bekerja. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono saat menanggapi gegap gempita dukungan dari beberapa pihak termasuk dari beberapa petinggi Gerindra dan partai-partai lainnya. Namun menurut Sugiono, presiden saat ini lebih memilih fokus kerja untuk rakyat.
“Kita belum pernah membuka pembicaraan itu. Fokus kita adalah memastikan program-program Presiden sukses dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Perjuangan ini masih panjang,” kata Sugiono.
Ya dalam beberapa hari ini, para ketum parpol memang lebih sibuk menyatakan dukungan kepada Prabowo untuk maju sebagai capres 2029. Yang terbaru dukungan dari PKB, PAN dan Nasdem.
Bahkan dukungan dua periode juga datang dari presiden sebelumnya, Joko Widodo. Meski dengan embel-embel tetap mengusung Gibran Rakabuming Raka, anaknya. “Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” tegas Jokowi .
Analisis pengamat
Semakin kencangnya seruan dua periode ini dianggap pengamat politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti sebagai hal yang sangat menarik. Terlebih dengan masih jauhnya Pilpres 2029.
“Nampaknya, isu soal dukungan capres ini beririsan dengan pernyataan Jokowi yang menyebut bahwa pasangan Prabowo-Gibran merupakan paket dua priode. Jokowi mempertegas pandangan ini setelah sebelumnya, ketua harian PSI, menyebut bisa jadi Gibran akan menjadi pesaing Pak Prabowo bila tidak menyertakannya dalam pencawapresan 2029 lalu,” kata Ray Rangkuti kepada Tutur.
Dan menurut Ray Rangkuti, pernyataan dari Jokowi untuk mendukung dua periode dengan paket Prabowo-Gibran itu dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran anaknya bakal jalan sendiri alias balik melawan Prabowo.
“Tapi efeknya memang membuat berbagai kalkulasi dan konsolidasi terjadi seperti saat ini,” tambahnya.
Ray Rangkuti menambahkan, justru hiruk pikuk dukungan untuk Prabowo ini justru juga berpotensi membuat duet Prabowo-Gibran justru akan terpisah.
“Dukungan yang terlalu buru-buru bisa berimplikasi, pertama justru dapat berpisah jalan dan kedua, justru dapat berakibat negatif kepada pak Prabowo,” tegas Rangkuti.

