Surabaya (tutur.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat penanganan jalan berlubang dengan mengerahkan sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Setiap hari, tim gabungan ini mampu menghabiskan 50 hingga 60 ton aspal hotmix untuk memperbaiki titik-titik kerusakan di berbagai wilayah kota.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surabaya dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan akibat kerusakan permukaan jalan.
Respons Cepat Tanpa Menunggu 1×24 Jam
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan percepatan perbaikan jalan tetap menjadi prioritas. Menurutnya, DSDABM memiliki Satgas khusus yang bergerak cepat setiap menerima laporan maupun temuan di lapangan.
Sembilan tim tersebut dibagi dalam lima rayon dan melakukan patroli rutin setiap hari. Selain bergerak berdasarkan laporan warga, tim juga aktif memantau kondisi jalan secara langsung untuk mendeteksi potensi kerusakan sejak dini.
Syamsul menyebut, alokasi anggaran pemeliharaan rutin jalan pada 2026 mencapai sekitar Rp40 miliar, relatif sama dengan tahun sebelumnya. Anggaran ini difokuskan untuk memastikan perbaikan berjalan berkelanjutan, tidak hanya pembangunan jalan baru tetapi juga pemeliharaan rutin.
Tambahan URC dan Tim Malam Saat Ramadan
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, memastikan respons lapangan dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu batas waktu tertentu. Begitu laporan diterima, tim langsung diarahkan ke lokasi untuk mencegah kerusakan meluas.
Ia menjelaskan, jumlah tim yang semula lima kini ditingkatkan menjadi delapan, ditambah satu Unit Reaksi Cepat (URC), sehingga total menjadi sembilan tim. Khusus selama Ramadan, DSDABM juga menyiapkan tiga tim tambahan pada malam hari guna mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat.
Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran aktivitas warga, terutama saat intensitas kegiatan malam meningkat.
Kapasitas 60 Ton Hotmix per Hari
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya, Dedy Purwito, mengungkapkan setiap tim telah dilengkapi armada truk pengangkut hotmix, kendaraan pickup, serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller.
Setiap truk mampu membawa sekitar delapan hingga sembilan ton hotmix. Dengan dukungan sembilan tim, total material yang digunakan untuk perbaikan jalan dapat mencapai 60 ton per hari, tergantung tingkat kerusakan di lapangan.
Distribusi material yang cepat memungkinkan penanganan dilakukan secara simultan di berbagai titik, sehingga gangguan terhadap arus lalu lintas bisa ditekan.
Warga Diminta Aktif Melapor
Pemkot Surabaya juga membuka berbagai kanal pengaduan untuk mempercepat respons. Masyarakat dapat melaporkan jalan berlubang melalui aplikasi WargaKu maupun layanan darurat 112.
Partisipasi warga dinilai penting agar kerusakan dapat segera ditangani sebelum semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.
Dengan penguatan tim, dukungan anggaran Rp40 miliar, serta keterlibatan masyarakat, Pemkot Surabaya menargetkan kualitas jalan kota tetap terjaga sepanjang tahun 2026. (sas)

