Jakarta (Tutur.co.id) – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mendorong agar PT Pertamina (Persero) beserta seluruh subholding berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Termasuk menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai agen resmi seluruh produk Pertamina.
Penegasan tersebut disampaikannya dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT Pertamina. Menurut Nurdin, langkah tersebut merupakan strategi konkret dalam memperkuat distribusi energi nasional sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis desa.
“Komisi VI DPR RI mendorong PT Pertamina beserta subholding untuk berkoordinasi dengan Kementerian ESDM agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi agen dari seluruh produk Pertamina yang disalurkan ke desa dan kelurahan,” tegas Nurdin di Ruang Rapat Komisi VI, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut mengungkapkan bahwa Komisi VI DPR menilai pelibatan koperasi desa bukan sekadar perluasan jaringan distribusi, tetapi juga bagian dari transformasi tata kelola energi agar lebih inklusif, transparan, dan tepat sasaran.
Sejalan dengan itu, Komisi VI DPR RI juga meminta Pertamina melakukan evaluasi terhadap agen LPG 3 kilogram yang sudah ada. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola penyaluran dan distribusi LPG subsidi, sekaligus mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam sistem distribusi energi nasional.
“Penataan ulang dan evaluasi agen LPG 3 kg perlu dilakukan demi memastikan distribusi tepat sasaran serta mendukung optimalisasi peran koperasi desa,” ujar Nurdin
Dalam aspek pengawasan subsidi energi, Komisi VI DPR RI turut mendorong Pertamina berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan para pemangku kepentingan untuk menindak tegas oknum yang melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Penindakan tersebut dinilai krusial guna menjaga keadilan distribusi dan melindungi hak masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Pertamina Klaim 442 Koperasi Merah Putih Sudah Edarkan Gas LPG dan Minyak Tanah
PT Pertamina (Persero) melalui Sub Holding Downstream PT Pertamina Patra Niaga sejatinya sudah menjadikan Koperasi Merah Putih dalam mendistribusikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) hingga minyak tanah ke pelosok desa di Tanah Air.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 442 koperasi telah resmi terdaftar dan beroperasi sebagai penyalur produk energi dari Pertamina. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.
Ia menyebut bahwa hingga 1 Februari 2026, ada 2.592 outlet LPG yang sudah terverifikasi ke dalam sistem digital Digikop. Adapun jumlah koperasi yang sudah terdaftar di dalam sistem untuk menjadi outlet LPG ini sebanyak 442 koperasi.
“Saat ini dari 2.592 (outlet LPG) yang telah teregistrasi, ini terdapat 442 KDMP, dengan 429 KDMP menjadi outlet LPG dan 13 KDMP menjadi outlet pangkalan minyak tanah, karena lokasinya memang belum konversi minyak tanah,” papar Mars Ega.

