Jakarta (tutur.co.id) — Perum Bulog menyiapkan 146 kios di pasar-pasar PD Pasar Jaya, Jakarta, guna menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadhan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, seperti dirilis Antara, mengatakan setiap pasar akan disiapkan satu kios sebagai perpanjangan gudang Bulog. Pengecer resmi yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dapat membeli beras, Minyakita, dan gula langsung di lokasi.
Langkah ini diambil setelah inspeksi menemukan indikasi kenaikan harga minyak goreng dan cabai menjelang Ramadan. Skema distribusi langsung diharapkan mempercepat pasokan, memangkas ongkos angkut, dan menekan alasan kelangkaan stok di tingkat pengecer.
Pasar Jaya juga akan memasang papan informasi harga untuk memastikan penjualan sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan pembelian (HAP), sekaligus memudahkan pengawasan Satgas Pangan.
Program ditargetkan berjalan pekan depan. Bulog memprioritaskan DKI Jakarta sebagai barometer nasional, sebelum memperluas skema serupa ke Jawa Barat dan Jawa Timur.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, berharap kios Bulog memastikan harga pangan sampai ke masyarakat sesuai ketentuan dan mencegah praktik penjualan di atas HET.

