Jakarta (Tutur.co.id) – Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa kalangan rupanya mendapat perhatian dari pengamat politik Adi Prayitno. Menurutnya, budaya memanggil orang ini menjadi salah satu cara Presiden Prabowo menyelesaikan masalah.
“Saya tangkap dua hal ya, sepertinya Pak Prabowo itu tidak terlampau suka dengan kegaduhan dan kebisingan di media sosial. Jadi kalau ada tawaran ide sebaiknya dikomunikasikan dengan baik sebagai upaya komunikasi dua arah,” kata Adi Prayitno dalam podcast Bang Don Super Opini.
Sedangkan yang kedua, lanjut Adi Prayitno, budaya panggil-panggil orang ini sebagai bentuk upaya pemerintah mempengaruhi para tokoh-tokoh tersebut yang memang berstatus sebagai opinion maker sehingga akan menjadi cara untuk mempengaruhi publik.
“Yang memang dimana sikap dan statement mereka itu kan selalu dijadikan sebagai rujukan sebenarnya oleh publik dan netizen khususnya,” kata Adi Prayitno.
Terlepas dengan gaya Presiden Prabowo yang doyan memanggil dan mengumpulkan orang itu, Adi berharap tidak harus menghilangkan sikap kritis mereka. Termasuk terkait ribut keanggotan Indonesia di Board Of Peace. Ia mengaku justru takut cara memanggil-manggil presiden justru akan membungkam kritik yang tetap diperlukan.
Tentu saya berharap ormas-ormas yang dulunya agak kritis ke board office jangan jangan melempem dong. Kritik aja. Misalnya kalau memang beberapa hari ke depan, bulan ke depan tidak terlampau menguntungkan bagi Indonesia soal itu, apalagi Israel mau gabung, apalagi yang harus dipertahankan. Sampaikan bahwa Indonesia sudah saatnya misalnya keluar dari barisan itu,” terang Adi.
Jangan lupa tonton keseruan podcast Bang Don Super Opini di youtube Tutur TV.

