Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Budaya Panggil-panggil Orang Cara Prabowo Redam Gaduh Medsos

Budaya Panggil-panggil Orang Cara Prabowo Redam Gaduh Medsos

Politik Toto Pribadi14 Februari 2026 / 14:25 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengamat politik Adi Prayitno dalam podcast Bang Don Super Opini (Foto: Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa kalangan rupanya mendapat perhatian dari pengamat politik Adi Prayitno. Menurutnya, budaya memanggil orang ini menjadi salah satu cara Presiden Prabowo menyelesaikan masalah.

“Saya tangkap dua hal ya, sepertinya Pak Prabowo itu tidak terlampau suka dengan kegaduhan dan kebisingan di media sosial. Jadi kalau ada tawaran ide sebaiknya dikomunikasikan dengan baik sebagai upaya komunikasi dua arah,” kata Adi Prayitno dalam podcast Bang Don Super Opini.

Sedangkan yang kedua, lanjut Adi Prayitno, budaya panggil-panggil orang ini sebagai bentuk upaya pemerintah mempengaruhi para tokoh-tokoh tersebut yang memang berstatus sebagai opinion maker sehingga akan menjadi cara untuk mempengaruhi publik.

“Yang memang dimana sikap dan statement mereka itu kan selalu dijadikan sebagai rujukan sebenarnya oleh publik dan netizen khususnya,” kata Adi Prayitno.

Terlepas dengan gaya Presiden Prabowo yang doyan memanggil dan mengumpulkan orang itu, Adi berharap tidak harus menghilangkan sikap kritis mereka. Termasuk terkait ribut keanggotan Indonesia di Board Of Peace. Ia mengaku justru takut cara memanggil-manggil presiden justru akan membungkam kritik yang tetap diperlukan.

Tentu saya berharap ormas-ormas yang dulunya agak kritis ke board office jangan jangan melempem dong. Kritik aja. Misalnya kalau memang beberapa hari ke depan, bulan ke depan tidak terlampau menguntungkan bagi Indonesia soal itu, apalagi Israel mau gabung, apalagi yang harus dipertahankan. Sampaikan bahwa Indonesia sudah saatnya misalnya keluar dari barisan itu,” terang Adi.

Jangan lupa tonton keseruan podcast Bang Don Super Opini di youtube Tutur TV.

Baca Juga  Istana Bantah Presiden Prabowo Akan Reshuffle Kabinet Jelang Ramadan
Bang Don Super Opini headline podcast Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTahun Shio Kuda: Energi dan Gaya Hidup Seimbang di Tahun Baru Imlek
Next Article Ide Ucapan Valentine untuk Teman Lama: Anti Canggung, Tetap Hangat

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kenalkan Kereta Tercepat di Dunia, Namanya Shanghai Maglev

Ridzka Putri Ananda14 Mei 2026 / 14:19 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.