Jakarta (tutur.co.id) – Kemenangan dramatis diraih Brooklyn Nets saat menghadapi Detroit Pistons dalam lanjutan kompetisi National Basketball Association musim ini.
Bertanding di Little Caesars Arena, Sabtu (7/3) waktu Amerika Serikat, Nets berhasil bangkit dari ketertinggalan besar untuk meraih kemenangan tipis 107-105.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri rentetan 10 kekalahan beruntun yang sebelumnya dialami Nets, sekaligus menjadi salah satu comeback terbesar dalam sejarah klub.
Di hadapan lebih dari 20 ribu penonton yang memadati arena, Nets sempat tertinggal hingga 23 poin. Namun, mereka mampu membalikkan keadaan melalui permainan agresif di paruh kedua pertandingan.
Pada awal pertandingan, Nets sebenarnya sempat menunjukkan performa menjanjikan. Michael Porter Jr. membuka laga dengan beberapa tembakan tiga angka yang membuat timnya unggul sementara.
Namun, momentum kemudian berbalik ke kubu tuan rumah. Pistons melancarkan laju poin cepat yang membuat mereka unggul hingga 16 poin saat jeda babak pertama.
Keunggulan tersebut bahkan sempat melebar menjadi 23 poin di awal kuarter ketiga, membuat Nets berada dalam posisi yang sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan.
Perubahan strategi yang dilakukan pelatih Jordi Fernandez menjadi titik balik kebangkitan Nets.
Pelatih Nets tersebut menekankan peningkatan intensitas pertahanan serta memaksimalkan peran pemain veteran untuk mengendalikan tempo permainan.
Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil ketika Nets mampu menekan produktivitas Pistons di babak kedua.
Ziaire Williams menilai semangat tim menjadi faktor penting dalam kebangkitan tersebut. Menurutnya, tim tetap berusaha keras meski sempat tertinggal cukup jauh di papan skor.
Performa individu sejumlah pemain juga menjadi kunci kemenangan Nets. Michael Porter Jr. tampil sebagai pencetak angka terbanyak dengan 30 poin, disertai 13 rebound.
Selain itu, Noah Clowney turut memberikan kontribusi penting dengan mencetak 16 poin, termasuk sejumlah lemparan bebas krusial.
Peran stabil juga ditunjukkan Terance Mann yang membantu mengatur aliran serangan tim di babak kedua.
Sementara itu, Ziaire Williams kembali menunjukkan perkembangan performa yang konsisten sepanjang pertandingan.
Selain efektivitas serangan, peningkatan kualitas pertahanan Nets di babak kedua menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.
Setelah kebobolan cukup banyak poin di paruh pertama, Nets mampu membatasi produktivitas Pistons dengan hanya kemasukan 43 poin di babak kedua.
Hal ini memberikan kesempatan bagi Nets untuk mengejar ketertinggalan dan akhirnya memastikan kemenangan dramatis di akhir laga.
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Brooklyn Nets untuk kembali membangun kepercayaan diri setelah melewati periode sulit dalam beberapa pertandingan terakhir musim NBA. (sas)

