Teheran (Tutur.co.id) – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan gugurnya Komandan Angkatan Laut Iran, Laksama Madya Alireza Tangsiri pada Senin 30 Maret 2026. Alireza tewas dalam sebuah serangan gabungan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap armada Angkatan Laut Iran.
“Laksamana Madya IRGC Alireza Tangsiri menjadi korban serangan agresor dan meninggal dengan luka serius,” tulis pernyataan resmi IRGC yang juga diumumkan lewat saluran televisi dan radio Iran.
Sebelum pengumuman resmi dari IRGC tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz juga mmengklaim militer Israel telah sukses membunuh Tangsiri lewat sebuah serangan presisi. Dan kali ini kabar itu dibenarkan IRGC.
Salah satu orang paling diburu Israel
Alireza Tangsiri memang menjadi salah satu nama petinggi militer Iran yang paling diburu Israel. Bahkan sebelum pecah perang Iran pada akhir Februari lalu, Alireza Tangsiri beberapa kali dikabarkan tewas oleh Israel. Begitu juga dengan klaim Israel pada 26 Maret 2026 lalu. Namun semua hanya klaim belaka dan baru terwujud saat ini.
Alireza Tangsiri adalah seorang perwira angkatan laut Iran yang menjabat sebagai panglima Angkatan Laut Korps Garda Revolusioner Islam sejak Agustus 2018. Ia menjadi komandan brigade angkatan laut saat pecah perang Iran-Irak. Lalu ia mengepalai Angkatan Laut Korps Garda Revolusioner Islam (IRGCN) Kawasan Angkatan Laut ke-1 di Bandar Abbas.
Ia kerap mengeluarkan pernyataan keras terhadap musuh-musuh Iran. Salah satu pernyataan paling fenomenalnya pada September 2007 saat mengatakan akan menghajar Amerika Serikat sampai Teluk Meksiko. Lalu pada November 2021, Tangsiri berkata bahwa Amerika Serikat bakal menyadari keunggulan Iran di laut.
Terakhir pada Maret 2025 dimana Tangsiri kembali membuat Amerika Serikat kesal dengan mengatakan akan mengirim tentara AS dan Donald Trump ke neraka .

