Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Alasan BBM Naik, Polri Minta Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun
  • Piala Dunia 2026: Nyanyian Messi Usai Cetak Hattrick Pertama, Samai Rekor Miroslav Klose
  • Bahlil Bentuk Tim Khusus Pengadaan Batu Bara PLN, Pasokan 20 Juta Ton Masih Belum Terkontrak
  • Besok Hotel Sultan Bakal ‘Direbut Paksa’ Pemerintah, Tak Bisa Ditawar Lagi!
  • Perempuan dalam Detak Ekonomi Digital
  • Ray Rangkuti: Carut Marut BGN, Serahkan ke Profesional Bukan Lagi TNI dan Polri
  • Persaingan Mbappe Vs Messi di Piala Dunia 2026 Dimulai, Dua Gol Dibalas Hattrick
  • MotoGP Ceko 2026 di Brno: Jadwal Lengkap, Sprint Race Malam WIB, dan Duel Para Bintang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Bahlil Bentuk Tim Khusus Pengadaan Batu Bara PLN, Pasokan 20 Juta Ton Masih Belum Terkontrak

Bahlil Bentuk Tim Khusus Pengadaan Batu Bara PLN, Pasokan 20 Juta Ton Masih Belum Terkontrak

Energi & Tambang Gusti Tetiro17 Juni 2026 / 11:59 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Tutur/Antara//Bayu Pratama)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus pengadaan batu bara untuk memastikan pasokan energi primer PT PLN (Persero) berjalan lebih optimal. Langkah tersebut diambil menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengawasan pengadaan energi primer diperkuat dan persoalan pasokan batu bara tidak terus berulang.

Tim tersebut akan melibatkan PT PLN (Persero), Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Bahlil mengatakan pembentukan tim dilakukan setelah pemerintah menemukan masih adanya kekurangan kontrak pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN.

“Rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (17/6/2026).

Menurut Bahlil, kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta ton per tahun. Pemerintah sebenarnya telah menugaskan perusahaan tambang untuk menyediakan pasokan hingga sekitar 190 juta ton. Namun hingga saat ini kontrak yang telah terealisasi baru mencapai sekitar 134 juta ton.

Dengan demikian masih terdapat sekitar 20 juta ton kebutuhan batu bara yang belum memiliki kontrak pasokan.

“Artinya, dari total kebutuhan PLN 154 juta ton yang sudah dikontrak 134 juta ton, berarti masih kurang sekitar 20 juta ton yang belum dikontrakkan,” katanya.

Bahlil mengungkapkan persoalan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat maraton selama sekitar 5,5 jam bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan jajaran direksi beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah melakukan evaluasi terhadap ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik nasional sekaligus mengklarifikasi berbagai persoalan yang berkembang terkait pengadaan energi primer.

Baca Juga  Parung Bakal Jadi Pusat Ekonomi Kabupaten Bogor

Ia mengakui PLN menghadapi tantangan tersendiri karena membutuhkan batu bara berkalori menengah (medium calorie coal) yang memiliki kualitas lebih baik untuk menunjang operasional pembangkit. Sementara ketersediaan batu bara dengan spesifikasi tersebut semakin terbatas di pasar domestik.

“PLN dalam kebutuhan 134 juta ton itu membutuhkan batu bara yang medium. Namun jenis batu bara seperti ini semakin sedikit,” ujarnya.

Bahlil menegaskan pembentukan tim pengadaan bertujuan meningkatkan transparansi dan pengawasan dalam proses penyediaan energi primer PLN. Pemerintah ingin memastikan seluruh kebutuhan batu bara pembangkit dapat terpenuhi tanpa menimbulkan persoalan tata kelola maupun perbedaan data antarinstansi.

“Semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden. Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP agar tidak ada dusta di antara kita,” tegasnya.

Pembentukan tim ini dinilai penting mengingat batu bara masih menjadi tulang punggung pembangkit listrik nasional. Ketersediaan pasokan yang terjamin akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung kebutuhan energi bagi sektor industri dan rumah tangga di tengah pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

Bahlil Lahadalia batu bara headline Kementerian ESDM pilihan editor PLN
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBesok Hotel Sultan Bakal ‘Direbut Paksa’ Pemerintah, Tak Bisa Ditawar Lagi!
Next Article Piala Dunia 2026: Nyanyian Messi Usai Cetak Hattrick Pertama, Samai Rekor Miroslav Klose

Berita Lainnya

Alasan BBM Naik, Polri Minta Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun

17 Juni 2026 / 12:55 WIB

Piala Dunia 2026: Nyanyian Messi Usai Cetak Hattrick Pertama, Samai Rekor Miroslav Klose

17 Juni 2026 / 12:24 WIB

Besok Hotel Sultan Bakal ‘Direbut Paksa’ Pemerintah, Tak Bisa Ditawar Lagi!

17 Juni 2026 / 11:54 WIB

Perempuan dalam Detak Ekonomi Digital

17 Juni 2026 / 10:53 WIB

Ray Rangkuti: Carut Marut BGN, Serahkan ke Profesional Bukan Lagi TNI dan Polri

17 Juni 2026 / 10:42 WIB

Persaingan Mbappe Vs Messi di Piala Dunia 2026 Dimulai, Dua Gol Dibalas Hattrick

17 Juni 2026 / 10:10 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Dua Kali Trading Halt & “Tersengat” MSCI: Pemerintah Bongkar Ulang Fondasi Pasar Modal RI

Adi P01 Februari 2026 / 08:09 WIB

Alasan BBM Naik, Polri Minta Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun

17 Juni 2026 / 12:55 WIB

Piala Dunia 2026: Nyanyian Messi Usai Cetak Hattrick Pertama, Samai Rekor Miroslav Klose

17 Juni 2026 / 12:24 WIB

Bahlil Bentuk Tim Khusus Pengadaan Batu Bara PLN, Pasokan 20 Juta Ton Masih Belum Terkontrak

17 Juni 2026 / 11:59 WIB

Besok Hotel Sultan Bakal ‘Direbut Paksa’ Pemerintah, Tak Bisa Ditawar Lagi!

17 Juni 2026 / 11:54 WIB

Perempuan dalam Detak Ekonomi Digital

17 Juni 2026 / 10:53 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.