Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Rupiah Melemah ke Rp16.932 per Dolar AS, Tertekan Konflik Global dan Kekhawatiran Defisit APBN

Rupiah Melemah ke Rp16.932 per Dolar AS, Tertekan Konflik Global dan Kekhawatiran Defisit APBN

Finance Gusti Tetiro13 Maret 2026 / 12:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Jumat (13/3/2026) siang. Pelemahan mata uang Garuda dipicu meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik serta kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal domestik.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.13 WIB di pasar spot exchange, rupiah tercatat melemah 39 poin atau 0,23% ke level Rp16.932 per dolar AS. Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0,24% ke level 99,46.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2026), rupiah juga ditutup melemah 7 poin ke level Rp16.893 per dolar AS, mencerminkan tekanan yang masih berlanjut di pasar valuta asing.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan rupiah terutama dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global terkait konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong pelaku pasar global menghindari aset berisiko dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian terkait perang Iran melawan AS-Israel yang membuat pelaku pasar menghindari aset berisiko (risk off) seperti rupiah, sehingga indeks dolar meningkat,” ujar Rully seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/3/2026).

Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga turut memberi tekanan terhadap rupiah. Pasar mencermati potensi pelebaran defisit anggaran akibat kenaikan subsidi energi yang dipicu lonjakan harga minyak dunia.

Hal tersebut berkaitan dengan meningkatnya beban fiskal pemerintah di tengah upaya menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, mengungkapkan bahwa **Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara> (APBN) 2026 mencatatkan defisit 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp135,7 triliun hingga akhir Februari 2026.

Baca Juga  QRIS wondr by BNI Tembus China, Transaksi Wisata Lintas Negara Kian Praktis

Secara keseluruhan, pemerintah memproyeksikan defisit APBN 2026 mencapai Rp698,15 triliun, atau sekitar 2,68% terhadap PDB.

Dengan meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap fiskal domestik, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan geopolitik serta pergerakan harga komoditas energi yang berpotensi memengaruhi arah nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

defisit APBN 2026 headline indeks dolar kurs rupiah dolar AS rupiah hari ini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleProfil Yaqut Cholil Qoumas, Tersangka Korupsi Uang Jamaah Haji
Next Article Rumor Pelebaran Defisit APBN di Atas 3%, Purbaya: Saya kan Cuma Tangan Presiden

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Marc Marquez Ungkap Kronologi Velg Penyok dan Ban Meledak di GP Thailand

Deba Salamah03 Maret 2026 / 00:00 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.