Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas dengan Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) serta sejumlah menteri terkait di Jakarta. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 12 Maret, menjelaskan pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi global.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas nasional tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,” kata Seskab Teddy.
Selain membahas stabilitas energi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Salah satu fokus yang disampaikan Presiden Prabowo adalah percepatan program swasembada energi sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan energi global.
“Presiden juga menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial, untuk meningkatkan efisiensi belanja negara,” ucap Teddy.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang. Antisipasi dan kesiapan kebijakan dinilai penting agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
“Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” pungkas Seskab Teddy.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) selalu tersedia di seluruh Tanah Air. sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan panik dengan membeli komoditas tersebut secara berlebihan.
“Pasokan BBM nasional dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan pemerintah,” jelas Menteri Bahlil.
Bahlil menjelaskan kapasitas tampung tangki timbun di dalam negeri memang terbatas.
“Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara, stok yang tersedia, kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi, bukan berarti 23 hari ini habis (dalam 23 hari). Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya,” jelasnya.

