Riyadh (Tutur.co.id) – Negara-negara di Kawasan Teluk mengaku telah mencegat lebih dari 3.133 rudal dan drone yang dilancarkan Iran selama 12 hari pecah konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Rudal dan drone itu dicegat saat berupaya menyerang kawasan pemukiman dan infrastruktur.
Dari data statistik yang dihimpun media Teluk, Aawsat, militer Arab Saudi tercatat telah mencegat sebanyak 25 rudal dan 151 drone. Sedangkan Uni Emirat Arab berhasil mengintersep sebanyak 270 rudal dan 1.475 drone. Lalu Kuwait mencegat 239 rudal dan 456 drone Iran.
Disusul dengan Qatar yang berhasil mencegat sebanyak 143 rudal dan 78 drone. Lalu pertahanan udara Bahrain yang berhasil mencegat 106 rudal dan 177 drone. Lalu Kesultanan Oman yang berhasil menjatuhkan sebanyak 13 drone.
Yang lebih mengejutkan, juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al Maliki mengatakan pertahanan udara Arab Saudi juga berhasil menggagalkan enam rudal balistik yang diluncurkan untuk menarget Markas Udara Prince Sultan di Al Kharj, 80 km dari ibu kota Riyadh.
Sedangkan serangan Iran ke Dubai Uni Emirat Arab, dua drone yang menyasar Bandara International Dubai telah mencedarai 4 orang yang semuanya berstatus warga asing. Dua warga Ghana, satu Bangladesh dan satu warga India.
Beralih ke Bahrain, serangan Iran mengakibatkan empat ledakan besar di lokasi berbeda sekaligus memaksa pemerintah mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif. Sedangkan serangan ke Kuwait, menurut Brigadir Jenderal Jadaan Fadel, serangan Iran telah menyasar situs-situs vital negaranya.

