Surabaya (tutur.co.id) – Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan optimal dan sesuai ketentuan.
Sidak dipimpin langsung oleh anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Afif Johan, bersama tim pengawas. Rombongan disambut oleh Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur, Wahono Edhi, serta Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya Bayu Dharma Shanti.
Pengawasan untuk Menjamin Layanan JKN
Afif Johan menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan. Tujuannya memastikan penyelenggaraan program JKN berjalan sesuai aturan serta memberikan pelayanan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Selain di RS Bhayangkara Surabaya, tim Dewas BPJS juga melakukan pemantauan di RSUD Dr. Soetomo, salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur.
Dalam sidak tersebut, Afif dan tim meninjau sejumlah fasilitas layanan kesehatan mulai dari pelayanan rawat jalan, ruang rawat inap hingga unit perawatan intensif (ICU).
Apresiasi Pelayanan Tanpa Diskriminasi
Berdasarkan hasil pemantauan langsung, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan memberikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan di RS Bhayangkara Surabaya. Rumah sakit tersebut dinilai mampu memberikan pelayanan kesehatan secara adil tanpa membedakan pasien peserta BPJS, asuransi lain, maupun pasien umum.
Afif Johan menyebut komitmen pelayanan tersebut mencerminkan upaya serius dari institusi Polri dalam mendukung keberhasilan program JKN. Menurutnya, praktik pelayanan yang setara seperti ini dapat menjadi contoh bagi rumah sakit Bhayangkara di daerah lain.
Dorong Inovasi Digital di Rumah Sakit
Dalam kunjungannya di Jawa Timur, Dewan Pengawas BPJS juga menilai beberapa rumah sakit mulai melakukan inovasi layanan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Digitalisasi pelayanan dinilai membantu meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mengurangi keluhan masyarakat, terutama terkait antrean dan proses administrasi layanan kesehatan.
Upaya inovatif tersebut terlihat baik di RSUD Dr. Soetomo maupun RS Bhayangkara Surabaya, yang dinilai mulai menerapkan sistem layanan yang lebih efisien dan ramah bagi pasien.
BPJS Kesehatan Layani 280 Juta Peserta
Afif Johan juga menegaskan komitmen BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saat ini program JKN telah mencakup sekitar 280 juta peserta di seluruh Indonesia.
Untuk memperbaiki kualitas layanan, Dewan Pengawas bersama Direksi BPJS Kesehatan juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan masukan. Program penyerapan aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi sekaligus perbaikan layanan kesehatan ke depan.
Dengan pengawasan langsung dan komunikasi dengan masyarakat, BPJS Kesehatan menargetkan sistem jaminan kesehatan nasional dapat terus berkembang serta memberikan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh peserta. (sas)

