Jakarta (tutur.co.id) – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama perwakilan Indonesia terus memantau kepulangan jemaah umrah Indonesia yang mengalami penjadwalan ulang penerbangan di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Saat ini tim di lapangan terus berkoordinasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, dan pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan jemaah dapat berjalan aman dan lancar.
Sejumlah jemaah dari beberapa biro perjalanan dilaporkan mengalami penjadwalan ulang penerbangan, sementara sebagian lainnya telah kembali ke Indonesia menggunakan maskapai seperti Ethiopian Airlines, Garuda Indonesia, dan Saudia Airlines. Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah mencatat lebih dari 19 ribu jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air sejak akhir Februari, sementara ratusan jemaah lainnya masih berada di Mekah dan Madinah sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya.
