Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026). Pada pukul 09.06 WIB, IHSG tercatat naik 155,76 poin atau 2,12% ke level 7.493,129.
Penguatan indeks terjadi seiring kenaikan seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak oleh IDX Sektor Barang Baku yang melonjak hingga 3,85%.
Kalangan analis menilai sentimen positif di pasar dipicu oleh perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah. Sepuluh hari setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran, sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai mulai melunak.
Meski sebelumnya melontarkan retorika keras terhadap Iran, Trump kini mulai mengakui dampak ekonomi dan sosial dari konflik tersebut terhadap Amerika Serikat, termasuk tekanan pada pasar saham serta jatuhnya korban dari militer AS.
Dalam pidatonya di Florida di hadapan anggota Partai Republik, Trump mengatakan Amerika Serikat telah meraih sejumlah kemenangan militer di Iran dan perang diperkirakan akan segera berakhir. Namun ia juga menegaskan bahwa konflik tersebut bukan prioritas utama pemerintahannya.
Trump bahkan menyebut perang itu sebagai “sebuah penyimpangan” dari agenda kebijakan yang lebih luas, meskipun ia tetap menyatakan bahwa Iran sebelumnya berencana menyerang Amerika Serikat dan Israel.
Di sisi lain, Trump juga memberikan sinyal penolakan terhadap Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Iran yang disebut-sebut akan menjadi penerus kepemimpinan di Teheran. Trump menegaskan bahwa Mojtaba tidak mendapat dukungannya, meskipun sebelumnya ia sempat menyatakan ingin memiliki pengaruh dalam proses penentuan pemimpin baru Iran.
Sementara itu, dampak konflik terus meluas di kawasan Timur Tengah. Korban jiwa dilaporkan terjadi di Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Lebanon. Di saat yang sama, militer Israel dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap sejumlah wilayah di Iran.
Ketegangan geopolitik ini turut mengguncang ekonomi global. Harga minyak dunia melonjak tajam, sehingga negara-negara anggota G7 mempertimbangkan langkah pelepasan cadangan minyak strategis guna menahan lonjakan harga energi global.
Di pasar global, Wall Street juga berhasil rebound pada perdagangan Senin (9/3/2026) setelah sebelumnya mengalami tekanan. Indeks S&P 500 naik 0,9%, Dow Jones menguat 0,5%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,4%.
Penguatan bursa saham Amerika Serikat tersebut dipicu meningkatnya harapan bahwa konflik di Timur Tengah akan segera mereda, menyusul pernyataan Trump bahwa operasi militer terhadap Iran mendekati akhir serta kesiapan negara-negara G7 untuk melepas cadangan minyak strategis.
Di tengah dinamika pasar tersebut, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan. Untuk perdagangan jangka pendek, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) direkomendasikan speculative buy dengan target harga 2.000–2.050 dan area masuk di 1.850–1.950, serta stop loss di 1.770.
Selain itu, saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga direkomendasikan speculative buy dengan target harga 1.770–1.830, entry di kisaran 1.650–1.730, dan stop loss di 1.580.
Sementara untuk rekomendasi mingguan, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) direkomendasikan buy on weakness dengan target harga 1.750–1.870 dan area masuk di 1.530–1.600, serta stop loss di 1.480.
Adapun saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (EMAS) direkomendasikan hold dengan target harga masing-masing di kisaran 1.960–2.050 dan 8.675–8.900.

