DUBAI (Tutur.co.id) – Beberapa negara Teluk dikabarkan terus sibuk mencegat rudal dan drone yang ditembakan Iran pada Senin (9/3/2026). Sedangkan di Bahrain lebih dari 32 orang mengalami luka-luka setelah sebuah drone sukses meledak.
Menurut Menteri Kesehatan Bahrain, sebanyak 32 warga mengalami luka-luka termasuk anak-anak setelah sebuah drone Iran meledak di wilayah Sitra. Empat orang dalam kondisi kritis dan perlu menjalani operasi besar.
Pusat Komunikasi Nasional Bahrain juga menginformasikan sebuah kebakaran hebat setelah serangan Iran menargetkan sebuah fasilitas di area Ma’amir yang mengakibatkan kerusakan hebat. Namun beruntung serangan Iran ke area Ma’amir itu tidak menimbulkan korban.
Beralih ke Qatar, Menteri Pertahanan mengatakan militer Qatar sukses mencegat serangan rudal yang mencoba masuk wilayah mereka. Tak ada juga korban jiwa atau kerusakan yang ditimbulkan dari serangan rudal Iran tersebut.
Di Kuwait, pihak militer mengatakan pertahanan udara mereka telah sukses merespon serangan rudal dan drone yang mencoba masuk wilayah udara mereka. Ledakan terdengar keras saat rudal berhasil diintersep.
Lalu beralih ke Saudi Arabia. Menteri Pertahanan Saudi Arabia mengatakan bahwa pasukan mereka juga sukses mencegat dan menghancurkan beberapa drone termasuk pesawat yang akan mencoba merangsek masuk ke ladang minyak Shaybah di Empty Quarter. Mereka juga berhasil mencegah serangan drone di wilayah al-Jawf.
Serangan Iran juga menyasar United Arab Emirates (UAE) dimana Kementerian Pertahanan UAE mengatakan sistem pertahanan mereka sukses merespon rudal dan drone yang datang dari Iran.
Iran memang menargetkan semua pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar hampir di seluruh negara Teluk sebagai respon terhadap operasi gabungan AS dengan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februar lalu.

