Teheran (Tutur.co.id)— Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengklarifikasi pernyataannya tentang permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang sebelumnya memicu berbagai tafsir di media. Ia mengatakan ucapannya telah disalahpahami dan dimanfaatkan oleh pihak yang ingin memicu ketegangan di kawasan.
Dalam video yang baru dirilis, Pezeshkian menyebut musuh telah memiliki gambaran keliru atas pernyataannya. Menurut dia, pihak tersebut berusaha menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangganya.
“Musuh ingin kita dan negara-negara tetangga berada dalam perang dan berusaha menciptakan perpecahan antara kita dan negara lain,” kata Pezeshkian dalam pernyataan videonya.
Ia menegaskan bahwa Iran tetap mempertahankan sikap tegas terhadap keamanan nasional. Jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah negara lain, Teheran akan memberikan respons.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan Iran yang sempat melibatkan wilayah mereka.
Saat itu ia mengatakan Iran ke depan hanya akan menyerang negara yang wilayahnya digunakan sebagai basis serangan terhadap Iran. Ucapan tersebut sempat dianggap sebagai perubahan pendekatan keamanan Iran.
Klarifikasi terbaru ini menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Iran tidak berubah, sekaligus menjadi pesan bahwa Teheran ingin menjaga hubungan dengan negara tetangga sambil tetap mempertahankan hak untuk membalas serangan.

